
Source: Diphoto ulang dari kalender 2019 Bank Aceh.
Tari tarek pukat adalah salah satu tari yang pupuler di Aceh. Tari ini menggambarkan tentang aktivitas nelayan di Aceh dalam mencari ikan dengan menggunakan pukat jaring. Tarian dimulai dari bagaimana para nelayan membuat pukat jaring secara bersama-sama, sampai kemudian bagaimana mereka menangkap ikan di laut dengan menggunakan pukat. Tari ini awalnya diperankan oleh laki-laki, namun dalam perkembangannya tari ini juga dimainkan oleh kaum wanita.
Untuk lebih jelasnya tentang tari tarek pukat, berikut ini dikutip tulisan dari www.negerikuindonesia.com tentang tari tarek pukat, sebagai berikut:
Tarian tradisional satu ini merupakan tarian khas Aceh yang menceritakan tentang aktivitas para nelayan saat menangkap ikan di laut. Namanya adalah Tari Tarek Pukat. Apakah Tari Tarek Pukat itu? Tari Tarek Pukat adalah salah satu tarian tradisional yang berasal dari daerah Aceh. Tarian ini biasanya dibawakan oleh sekelompok penari wanita yang menari dengan menggunakan tali sebagai atribut menarinya. Tari Tarek Pukat ini merupakan tarian menggambarkan tentang aktivitas para nelayan Aceh saat menangkap ikan di laut. Tarian ini biasanya sering ditampilkan di berbagai acara seperti upacara penyambutan, acara adat, dan acara budaya. Sejarah Tari Tarek Pukat. Menurut sejarahnya, Tari Tarek Pukat terinspirasi dari tradisi menarek pukat atau tradisi menarik jala yang sering dilakukan oleh masyarakat Aceh, Khususnya masyarakat di daerah pesisir yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan. Konon kegiatan menarek pukat ini sudah dilakukan masyarakat pesisir Aceh sejak lama. Saat menangkap ikan, mereka melepas dan menarik jala tersebut secara gotong royong. Setelah selesai menangkap ikan, hasil yang mereka dapatkan tadi akan dibagi-bagikan kepada warga yang ikut serta saat menarek pukat tadi.Tradisi tersebut kemudian direfleksikan dalam sebuah tari yang disebut dengan Tari Tarek Pukat ini. Fungsi Dan Makna Tari Tarek Pukat. Selain difungsikan sebagai bentuk seni pertunjukan, Tari Tarek Pukat ini juga difungsikan sebagai bentuk apresiasi terhadap budaya dan tradisi masyarakat Aceh pesisir, khususnya saat menangkap ikan di laut. Tarian ini dimaknai sebagai gambaran sikap gotong royong dan semangat kebersamaan masyarakat yang direfleksikan dalam sebuah tarian. Pertunjukan Tari Tarek Pukat. Tari Tarek Pukat biasanya ditampilkan oleh para penari wanita. Jumlah penari tersebut terdiri dari 7 orang penari atau lebih. Jumlah penari biasanya disesuaikan dengan kelompok atau sanggar masing-masing. Dalam pertunjukannya, penari dibalut dengan busana tradisional serta dihias dengan hiasan dan tata rias yang membuatnya terlihat cantik. Dengan diiringi kelompok pengiring, penari menari dengan gerakannya yang khas dan menggunakan tali sebagai atribut menarinya. Dalam pertunjukannya, Tari Tarek Pukat biasanya diawali dengan gerakan seperti tarian Aceh pada umumnya, yaitu menari dengan posisi duduk sambil menepuk dada dan paha. Gerakan tersebut dilakukan secara kompak mengikuti irama lagu dan musik pengiring. Setelah itu dilanjutkan dengan saling mengaitkan tali satu sama lain. Salah satu hal yang menarik dalam tarian ini adalah di akhir tarian, ketika selesai mengaitkan tali satu sama lain, penari akan menarik tali tersebut dan menjadi sebuah rangkaian jaring/jala. Bagi anda yang belum pernah menyaksikan tarian ini mungkin akan bingung, bagaimana cara mereka membuat jaring tersebut? Hal ini lah yang menjadi salah satu daya tarik Tari Tarek Pukat ini, dan tak jarang membuat para penonton takjub dan memberikan tepuk tangan yang meriah kepada para penari. Pengiring Tari Tarek Pukat. Dalam pertunjukan Tari Tarek Pukat biasanya diiringi oleh musik tradisional yaitu sarune kale dan rapa’i. Tarian ini juga diiringi oleh lagu “tarek pukat” yang dinyanyikan oleh pengiring vocal. Namun, ada kalanya juga para penari menyanyikan beberapa bait lagu tersebut secara bersama sama. Saat menari, tempo gerakan penari juga harus disesuaikan dengan musik pengiring agar terlihat padu dan kompak. Kostum Tari Tarek Pukat. Kostum yang digunakan para penari dalam pertunjukan Tari Tarek Pukat ini biasanya merupakan busana tradisional. Para penari biasanya menggunakan pakaian seperti baju lengan panjang, celana panjang dan kerudung pada bagian kepala. Selain itu penari juga menggunakan kain songket dan sabuk pada bagian pinggang dan hiasan kerudung sebagai pemanisnya. Perkembangan Tari Tarek Pukat. Dalam perkembangannya, Tari Tarek Pukat masih terus dilestarikan dan dikembangkan hingga sekarang. Berbagai kreasi dan variasi dalam segi gerak, kostum, dan pengiring, juga sering ditampilkan di setiap pertunjukannya agar terlihat menarik. Walaupun begitu, namun tidak mengilangkan ciri khas dan keasliannya. Tari Tarek Pukat juga masih sering ditampilkan di berbagai acara seperti acara penyambutan, acara perayaan dan acara adat lainnya. Selain itu, tarian ini juga sering ditampilkan di berbagai acara budaya seperti pertunjukan seni, festival budaya dan promosi pariwisata. Hal ini dilakukan sebagai usaha melestarikan dan memperkenalkan kepada generasi muda serta masyarakat luas akan Tari Tarek Pukat ini. Sekian pengenalan tentang “Tari Tarek Pukat Tarian Tradisional Dari Aceh”. Semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan anda tentang kesenian tradisional di Indonesia.
Source
Tarek pukat dance is one of the most popular dances in Aceh. This dance describes the activities of fishermen in Aceh in finding fish by using trawl nets. the dance starts from how the fishermen make nets together, until then how they catch fish in the sea using trawl. This dance was originally played by men, but in its development this dance was also played by women.
For more details about Tarek Pukat dance, the following is quoted from www.negerikuindonesia.com about Tarek Pukat dance, as follows:
This traditional dance is a typical Acehnese dance that tells about the activities of fishermen when fishing in the sea. the name is Tarek Pukat Dance. What is Tarek Pukat Dance? Tarek Pukat dance is one of the traditional dances originating from the Aceh region. This dance is usually performed by a group of female dancers who dance using ropes as their dancing attributes. Tarek Pukat dance is a dance depicting the activities of Aceh fishermen when fishing in the sea. This dance is usually often displayed in various events such as welcoming ceremonies, traditional events, and cultural events. Tarek Pukat Dance History. Historically, Tarek Pukat Dance was inspired by the tradition of trawling or interesting nets that are often carried out by Acehnese people, especially those in coastal areas who mostly work as fishermen. It is said that this trawl fishing activity has been carried out by coastal communities of Aceh for a long time. When catching fish, they release and pull the net together. after finishing catching fish, the results they get will be distributed to residents who took part in the fishing trawler. The tradition is then reflected in a dance called Tarek Pukat Dance. Function and Meaning of Tarek Pukat Dance. besides being functioned as a form of performance art, Tarek Pukat Dance also functions as a form of appreciation for the culture and traditions of coastal Acehnese people, especially when fishing in the sea. This dance is interpreted as a picture of mutual cooperation and the spirit of community togetherness reflected in a dance. Tarek Pukat Dance Show. Tarek Pukat dance is usually performed by female dancers. The number of dancers consists of 7 dancers or more. the number of dancers is usually tailored to each group or studio. In the show, dancers are wrapped in traditional clothing and decorated with decorations and make-up that make it look beautiful. accompanied by escort groups, dancers dance with their distinctive movements and use ropes as their dancing attributes. In the performance, Tarek Pukat Dance usually begins with movements such as Acehnese dance in general, namely dancing in a sitting position while tapping on the chest and thigh. the movement was carried out in a compact manner to the rhythm of the song and musical accompaniment. After that, proceed with connecting each other's rope. one of the interesting things in this dance is at the end of the dance, when it's done connecting the rope to each other, the dancer will pull the string and become a net / mesh circuit. for those of you who have never watched this dance you might be confused, how do they make the net? This is one of the attractions of Tarek Pukat Dance, and it is not uncommon to make the audience amazed and give lively applause to the dancers. accompaniment of Tarek Pukat Dance. In the Tarek Pukat dance performances are usually accompanied by traditional music, namely sarune kale and rapa'i. This dance was also accompanied by the song "tarek pukat" which was sung by the vocal accompanist. however, there are times when the dancers sing several verses of the song together. When dancing, the tempo of the dancer's movements must also be adjusted to the accompanying music to make it look solid and compact. Tarek Pukat Dance Costume. the costumes used by the dancers in the Tarek Pukat Dance show are usually traditional clothes. The dancers usually use clothing such as long-sleeved clothes, trousers and headscarves. besides that dancers also use songket and belts at the waist and veil decorations as sweeteners. Development of Tarek Pukat Dance. In its development, Tarek Pukat Dance is still being preserved and developed until now. various creations and variations in terms of motion, costume, and accompaniment, are also often displayed on each show to make it look attractive. However, it does not eliminate the characteristics and authenticity. Tarek Pukat dance is also often displayed in various events such as welcoming events, celebrations and other traditional events. In addition, this dance is also often displayed in various cultural events such as art shows, cultural festivals and tourism promotions. this was done as an effort to preserve and introduce young people and the wider community to this Tarek Pukat Dance. That's an introduction about "Tarek Pukat Dance Traditional Dance from Aceh". Hopefully it will be useful and increase your knowledge about traditional arts in Indonesia.