I still remember that day, when we were together sitting here. Your smile still clings to my eyes. Your voice still ringing in my ears. I can not forget your jokes and laughter. The breeze brings you the scent that continues to become intoxicating.
Aku masih ingat hari itu, saat kita bersama-sama duduk disini. Senyummu masih melekat dipelupuk mataku. Suaramu masih terngiang di telingaku. Aku tak bisa melupakan canda dan tawa mu. Hembusan angin membawa harummu yang sampai kini terus memabukkan.
When night comes, loneliness comes to the soul. Anxiety comes tempting heart. When do we meet again. I miss you. Longing for our time together. Knitting beautiful days, passing a long night, and waiting for the sun to shine brightly in the morning.
Ketika malam datang, kesepian datang melanda jiwa. Kegelisahan datang menggoda hati. Kapankah kita berjumpa kembali. Aku rindu kamu. Rindu saat kita bersama. Merajut hari-hari yang indah, melewati malam yang panjang, dan menunggu matahari bersinar cerah di pagi hari.
Time flies so fast. Togetherness becomes a separation. Love turns into longing. Cheeriness turns into moodiness. I keep waiting. Waiting for the moving time to bring you back to me. Hopefully we can be together again.
Waktu begitu cepat berlalu. Kebersamaan menjadi perpisahan. Kecintaan berubah menjadi kerinduan. Kecerian berubah menjadi kemurungan. Aku terus menanti. Menanti sang waktu bergerak untuk membawamu kembali padaku. Semoga kita bisa bersama lagi.