Tahukah Anda* : Kondisi Negeri ini sekarang telah dilanda Effek kepemimpinan yang mengatur pola kebohongan dan pembodohan secara sistematis dan masive untuk menutup kekurangan dan niat jahatnya.
Mereka memanfaatkan banyaknya kalangan menengah ke bawah yang awam dinamika dan konstelasi sosial politik. Inilah lahan subur yang bisa diracuni untuk mengembangkan politik pembodohan dan kebohongan itu.
Pembodohan dan kebohongan yang dilakukan tidak tanggung-tanggung, dimana diarahkan menyangkut hal yg sangat sensitif yaitu masalah SARA, melalui strategi politik adu domba.
Akibatnya terasa pergaulan sosial masyarakat sekarang jadi semakin sulit menerima perbedaan, ataupun keberagaman SARA. Demi keamanan kepentingan kekuasaan, maka perbedaan sekecil apapun dieksploitasi secara kepentingan politik kekuasaan dengan memainkan psikososial anak bangsa, menyangkut ekses keberagaman tersebut.
Tujuannya agar rakyat sibuk dengan urusan konfliknya, dan kekuasaan leluasa memainkan keinginannya menyamankan kekuasaan untuk menjarah kekayaan bahkan kalo perlu menjual aset bangsa ini.
Makin lama rezim Jokowi ini berkuasa, maka akan makin terasa negeri ini mengalami penurunan kualitas nilai-nilai kemanusiaan, menuju bangsa tak berdaya, jatuh miskin, yang tak berketuhanan, dan tak beradab lagi.
🇮🇩🇮🇩🇮🇩
Pemimpin Karbitan melahirkan Pemerintahan Karbitan, melahirkan Kebijakan Karbitan, Membuat Berita Karbitan dan Hasilnya adalah KEKACAUAN DI NEGERI INI Seperti yang Anda Saksikan kondisi sekarang ini ..... siapakah si KARBITAN ITU ?
DETEKTOR KEBOHONGAN TELAH BERBUNYI.
Pemerintah Presiden Sintetis oJo owie bisa saja terus berbohong kepada Rakyat Indonesia dengan menutupi skandal-skandalnya dll, tetapi lihatlah bahwa Detektor Kebohongan [Lie Detector] milik Rakyat telah berbunyi, melalui para tokoh lintas agama, lewat tokoh Nasional yang idealis, lewat para Prajurit-prajurit TNI yang memegang Sapta Marga,baik itu yg masih aktip maupun yang sudah Purnawirawan. Maka sejak saat itulah, seluruh Rezim Sintetis yg penuh Pencitraan abal-abal yang serba palsu, Bela dirinya sebagai tindakan deception sudah tidak ada gunanya lagi dan kejatuhan pemerintahan Pembohong ini hanya tinggal MENUNGGU WAKTU. YAKINLAH PERCAYALAH !!! dan LAKSANAKAN !!!
Kasus kenaikan harga Beras, Gula dan Sembako lainnya, sebenarnya boleh menjadi banyak bukti yang nyata-nyata sekali, kalau KEDAULATAN ITU BUKAN DI TANGAN RAKYAT, MELAINKAN DIPEGANG OLEH ELIT-ELIT POLITIK DAN ANTEK-ANTEK PRESIDEN BONEKA PETUGAS PARTAI. Siapakah yang disebut elit politik itu ? Mereka diantaranya PRESIDEN, MENTERI, POLITISI, PENGUSAHA, DAN INVESTOR ASING. Saudara-saudara, Bukan seperti ini bapak-bapak kita dulu menghendaki KEMERDEKAAN. Bukan pula seperti ini yang mana RAKYAT DIADU-DOMBA, DIBUAT SALING MEMUSUHI, DIBUAT SALING MEMBODOHI, bukan seperti ini yang dikehendaki tujuan-tujuan mendirikan NEGARA... AMERIKA SERIKAT itu yang mengaku MBAHNYA LIBERALISME, Malahan tidak pernah menginjak-injak MARTABAT PETANI, MARTABAT RAKYATNYA. Mau Tahu Solusinya, Yaitu AyoBersatuParaNasionalisParaUmatIslamKitaBuatPeoplePowerLawan
🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨
Darurat Negeriku... Negeriku S.O.S
S. O. S... S. O. S
MENYAKSIKAN DETIK-DETIK BERAKHIRNYA NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA😩😩
By. Jacky. Mantan Direktur Di Direktorat Jenderal Pertahanan Rakyat Semesta.
"Saya mengamati dengan kagum sebuah perusahaan PMA dari RRC yang menginvestasikan puluhan triliun rupiah uangnya di suatu wilayah masih perawan (baca: tanpa infrastruktur) di pinggang pulau Sulawesi.
Perusahaan ini membangun infrastruktur sendiri mulai dari dermaga, jalan, tanur-tanur peleburan, power plants, area penimbunan bahan baku dan barang hasil produksi, instalasi pengolahan air bersih dan ekstraksi oksigen dari air laut, asrama pegawai, rumah sakit dan infrastruktur lainnya, yang diperlukan untuk melakukan kegiatan usaha peleburan bijih nikel yang ditambang dari ratusan ribu hektar areal penambangan yg mereka kuasai.
I also admire more than 5000 employees, both blue and white collars, who diligently and productively (just not to say militantly) work for the company in the middle of nowhere. Most of them, more than 95 percent, are Republic of China Nationals. Only a small number of employees are Indonesians.
Setelah mengagumi kehebatan semangat para pencari uang itu, saya lalu bertanya pada diri sendiri: Apa ya kira kira yang didapat oleh rakyat Indonesia, pemilik asli dari sumberdaya alam Indonesia, dari kegiatan PMA itu?
– Apakah lapangan pekerjaan (biasanya perusahaan PMA dari Jepang, Eropah dan Amerika menawarkan banyak lapangan kerja kepada buruh Indonesia yang relatif murah)? Jawabnya: Jelas Tidak, karena 95 persen lebih pegawai perusahaan itu DIDATANGKAN dari China.
– Pajak, kah yang diperoleh? Yuk kita lihat sama sama:
Corporate Income Tax?… kayaknya sangat kecil atau nihil, atau malahan lebih bayar; kenapa? karena perusahaan mendapat berbagai fasilitas kemudahan penanaman modal termasuk investment allowance dan pembebasan pajak-pajak atas impor, sementara itu Credit Withholding taxes justru refundable.
Payroll Taxes?… enggak juga, karena warga RRC yang bekerja di perusahaan itu digaji sebesar PTKP Indonesia dalam bentuk biaya hidup dan akomodasi yang disediakan oleh perusahaan plus sedikit uang saku, sedangkan hak gaji yang lebih besar dibayarkan kepada keluarganya di RRC (DJP tidak bisa mengakses data ini).
VAT?… enggak lah ya, perusahaan ini justru kerjaannya minta restitusi PPN karena semua produksinya diekspor ke RRC.
PBB?… mungkin ini satu satunya pajak yang mereka bayar, lalu berapa besarnya?
– Royalty yang dibayarkan kepada pemerintah atas hak penambangan?… saya rasa ini juga dibayar oleh PMA ini; tapi berapa besarnya?… Nobody knows, karena semua informasi tentang volume kegiatan penambangan, smelting dan ekspor nikel yang tahu hanya perusahaan PMA itu sendiri.
Pihak pemerintah Indonesia sepenglihatan saya, tidak hadir di lokasi untuk mengawasi semua kegiatan pada setiap saat, sehingga tidak bakal tahu berapa sesungguhnya kekayaan Indonesia yang telah dikeruk
Ibaratnya, kalau perusahaan PMA itu membeli nikel dari pemerintah Indonesia, perusahaan itu dipersilakan mengambil sendiri 0dan membayar sesuai yang dia mau; enak betul, ya...
– Payment in any other forms?… could be, but only God knows…
– Multiplier Effect?… mungkin ada tapi pasti tidak besar; semua bahan untuk membangun infrastruktur dan operasional perusahaan, sejauh dimungkinkan, menggunakan produk dan teknologi China dan jasa subkontraktor juga didatangkan dari negeri yang sama. Jadi kalaupun ada multiplier effect, akan lebih banyak terjadi di China, bukan di Indonesia.
Walhasil kekaguman saya disaat mengamati kehebatan wargaRRC dalam kasus di atas, tiba tiba menjadi kedongkolan luarbiasa, yaitu ketika saya melihat dari sisi Indonesia sebagai pemilik sumberdaya alam. “Kebaikan hati” pemerintah yang menyambut investor dengan karpet merah, untuk mengeruk SDA milik kita Bangsa Indonesia for only little compensation itu telah membuat saya marah.
SADARKAH KITA?
Awalnya Kerjasama usaha…(done).
Masuk tenaga kerja china sebanyak banyaknya di PT PMA…(done).
Lalu bikin “Keamanan” sendiri..pribumi sulit masuk.(done).
Bikin Daerah/ kavlingTerbatas sendiri…pribumi sulit kontrol (done).
Lalu boleh mendirikan Ormas asing , bikin pasukkan/ Satgas sendiri…(on progress).
Lalu Asing boleh beli Property n Tanah sendiri… lalu dpt ktp dan hak ikut pemilu (done).
Selanjutnya lagi digodok boleh Dwi kewarganegaraan negaraan…(on progress).
Acuan mata Uang di alihkan ke mata uang china.(on progress).
Dan terus bikin Partai sendiri…(on progress).
Next ikut Pemilu, dibanjiri uang. Menang!…(on progress).
Presiden Asing…(on progress)
Awal Penjajahan dimulai. UUD banyak dirubah. Karena kekuasaan mutlak ada di Presiden…(on progress).
Peperangan dan perpecahan akhirnya menjadi reality…( target)
End of Republic…(End), Tamatlah Republik ini.
😭😭
Sadar enggak sih Rakyat Pribumi Negeri ini, dan Sadar enggak sih Umat Islam sbg umat terbesar Negeri ini, Ini Sudah SOS... Sudah jangan lagi berdebat kusir, Jangan mau diadu domba lagi ..... adakah yg punya Solusi disini...❓❓ kalau tidak coba VIRALKAN KE SELURUH NEGERI ....... S. O. S... S. O. S... NEGERIKU S. O. S