Hay, introduce my name is Nurul Fajriah Nasution. Usually called Nurul. I was born on April 20, 1993 at Punti Payong, a village in Ranto Peureulak sub-district, East Aceh. I have a hobby of writing and trading. My plume de nom is Jrie Fajriah. I received a high level education at SMAN Unggul Timur Aceh. The only high school based in East Aceh district. At this school I met great teachers who were very inspiring. All students are taught independent and creative. Starting from this school I found a hobby of writing. With a routine diary every day, I am trained to write various articles and currently have a personal blog. The results of my writing can be accessed through the blog at this link https://nurulfajriahnasution.blogspot.com/.
After graduating from high school in 2010, I could not continue studying at the College because my parents had no fees. So I decided to migrate to Medan and work at a Rabbani Muslim fashion store. During my work I did not forget to save some of my salary to prepare for continuing to study in college. Although being an employee, I never stopped my dream of becoming a student. After two years of working and saving, I was finally able to study in college like my other friends. Having held enough fees for college, I decided to stop working. But my leader refused my resignation letter caused due to lack of employees. So I was allowed to go to college while working.
I started college in 2012 majoring in Mathematics FKIP at the UMN Al-Washliyah campus. A campus in the city of Medan that provides executive classes for students with employee status. Every day, I carry on as a student and employee. Every morning until evening I work as a employee and at night I study like a general student. In about four years I succeeded in graduating my education. Officially in October 2016, I was graduated as a Bachelor of Education from the campus. Even though I got a bachelor's degree, I did not give up his job as an employee.
Until in 2017 my father had an illness and repeatedly entered the hospital. I was required to return home to East Aceh. With a heavy heart I asked my leader to move assignments to Aceh. And in June 2017 I moved to Rabbani Langsa. After working in the city of Langsa, I regularly visited my father several times a week.
And without thinking after several months working at Rabbani Langsa, I got an offer to teach mathematics from a teacher when I was in high school. Until finally in July 2017 I began teaching at a vocational school, namely SMKN Taman Fajar Peureulak. Even though I had taught, I also did not give up my status as an employee. Every morning I teach and at night I work as employee.
Starting from the SMKN Taman Fajar Peureulak, I rediscovered my hobby of writing. I began to actively write articles and sharpen the ability to write short stories. In 2018 my book entitled "Gerakan Literasi SMKN Taman Fajar" was published. This book consists of several works of teachers which contain teaching experiences that inspire the teachers of SMKN Taman Fajar Peureulak. Hopefully my future works will be born in the future.
....
Hay, Pekenalkan nama saya Nurul Fajriah Nasution. Biasa di panggil Nurul. Aku lahir pada tanggal 20 April 1993 di Punti Payong, sebuah desa di kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur. Aku memiliki hobi menulis dan berdagang. Nama penaku adalah Jrie Fajriah. Aku mengenyam pendidikan tingkat atas di SMAN Unggul Aceh Timur. Satu satunya SMA berasarama yang ada di kabupaten Aceh Timur. Di sekolah ini aku bertemu dengan para guru hebat yang sangat menginspirasi. Semua siswa di didik mandiri dan kreatif. Bermula dari sekolah inilah aku menemukan hobi menulis. Dengan kegiatan rutin menulis buku harian setiap hari, aku terlatih menulis berbagai artikel dan saat ini sudah memiliki blog pribadi. Karyaku bisa di akses melalui blog nya di link ini https://nurulfajriahnasution.blogspot.com/ .
Setelah tamat SMA pada tahun 2010, aku tidak bisa melanjutkan belajar di Perguruan tinggi karena orang tuaku tidak memiliki biaya. Sehingga aku memutuskan untuk merantau ke kota Medan dan bekerja di sebuah toko busana muslim Rabbani. Selama bekerja aku tidak lupa menabung sebagian gajiku untuk bekal melanjutkan belajar di perguruan tinggi. Meski berstatus sebagai karyawan aku tidak pernah menghentikan cita-citaku menjadi mahasiswa. Setelah dua tahun bekerja dan menabung, akhirnya aku mampu kuliah di perguruan tinggi seperti teman-teman yang lainnya. Karena telah memegang biaya yang cukup untuk kuliah, aku memutuskan berhenti bekerja. Tetapi pimpinanku menolak surat pengunduran diriku di sebabkan karena kurangnya karyawan. Sehingga aku di izinkan untuk kuliah sambil bekerja.
Aku mulai kuliah pada tahun 2012 mengambil jurusan FKIP Matematika di kampus UMN Al-Washliyah. Sebuah kampus swasta di kota Medan yang menyediakan kelas eksekutif bagi mahasiswa dengan status karyawan. Setiap harinya, aku menjalankan kesibukan sebagai mahasiswa sekaligus karyawan. Setiap pagi hingga sore hari aku bekerja sebagai karyawan toko dan malam harinya aku belajar layaknya mahasiswa pada umumnya. Dalam jangka waktu kurang lebih empat tahun aku berhasil meluluskan pendidikanku. Secara resmi di bulan Oktober tahun 2016, aku di wisuda sebagai Sarjana Pendidikan dari kampus tersebut. Meski telah mendapatkan gelar S1, aku tidak melepaskan pekerjaannya sebagai karyawan.
Hingga pada tahun 2017 ayahku terserang penyakit dan berulang kali masuk ke rumah sakit. Aku di haruskan pulang kampung ke Aceh Timur. Dengan berat hati aku meminta kepada pimpinan di tempatku bekerja untuk pindah tugas ke Aceh. Dan pada bulan Juni 2017 aku resmi pindah tugas ke Rabbani Langsa. Setelah bekerja di kota Langsa, aku secara rutin menjenguk ayahku selama beberapa kali dalam seminggu.
Dan tanpa di sangka-sangka setelah beberapa bulan bekerja di Rabbani Langsa, aku mendapatkan tawaran mengajar matematika dari seorang guruku saat di SMA. Hingga akhirnya pada bulan Juli 2017 aku mulai mengajar di sebuah sekolah kejuruan, yaitu SMKN Taman Fajar Peureulak. Meski sudah mengajar aku juga tidak melepas statusku sebagai karyawan. Setiap pagi aku mengajar dan sore hingga malam aku bekerja.
Bermula dari SMKN Taman Fajar inilah aku menemukan kembali hobi menulisku. Aku mulai aktif kembali menulis artikel dan mengasah kemampuan menulis cerpen. Pada tahun 2018 lalu bukuku yang berjudul "Gerakan Literasi Taman Fajar" sudah di terbitkan. Buku ini terdiri dari beberapa karya guru-guru yang berisi tentang pengalaman mengajar yang menginspirasi dari para guru SMKN Taman Fajar. Semoga kedepannya lahir karya-karya terbaruku.