Dulu aku bingung, mengapa Tuhan menyeru tuk taat pada suami, sebab orangtua jauh lebih pantas tuk dihargai.
Duluaku heran, mengapa Tuhan menyeru agar kita menaati pemimpin.
Sekarang aku tahu, tidak semua suami patut dituruti, seperti pemimpin, hanya yang masuk kriteria saja yang wajib dihargai. Bukan begiu?
Bahkan meminta cerai sebab suami lalai dalam mengingatNya adalah sebuah kebaikan dalam syariat, padahal Tuhan mengecam perempuan yang meminta cerai, namun Dia dengan bijaksana membuat pengecualian.