Sejak 2008 sampai tahun 2018, Aceh telah mendapatkan kucuran dana otsus puluhan triliun, dari tahun ke tahun dengan nilai penerimaan dana otsus semakin meningkat.
source :
https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSXJqsc31kMBU9R4e7Wa83Tq-3mPQvAjkzzc1OE_MNM9wUGKIKoSee2ZNg2
http://mataaceh.org/category/kebijakan-publik/
Berdasarkan perjanjian dalam Memorandum of Undertanding(MoU) antara RI-GAM di Helsinki tahun 2005, Aceh hanya mendapatkan dana otsus dari 2 persen APBN dari tahun 2008 dan berakhir 2028, artinya sisa waktu dana otsus untuk Aceh hanya menerima 10 tahun lagi.
Maka kita tentu harus menganalisis indikator pembangunan Aceh selama ini dari jumlah dana otsus yang di terima dari tahun 2008 sampai tahun 2017, sejauhmana perubahan dan kemajuan Aceh dari berbagai sektor baik pembangunan fisik maupun non fisik.
Analisis ini tentu sangat penting untuk mengukur indikator pemanfaatan dana otsus selama ini, serta proyeksi pembangunan Aceh ke depan, dengan sisa dana otsus Aceh 10 tahun lagi yang akan berakhir tahun 2028.
https://www.flickr.com/photos/atjeh_group/10469581366
Bayangkan bila dana otsus Aceh berakhir, anggaran pembangun Aceh ke depan seperti sebelum nya saat tidak ada bantuan dana otsus, apakah Aceh mampu melakukan pembangunan, terutama pembangunan dalam skala besar seperti jembatan besi rangka baja, jalan terobosan, dan lain-lain seperti pembangunan selama ini dengan sumber dana otsus.
Yang kedua bayangkan bila selama 20 tahun gagal, dengan penggunaan dana otsus Aceh tidak berdampak terhadap kemajuan pembangunan Aceh baik infrastruktur dan ekonomi serta sektor lainnya.
Kegagalan tersebut di pengaruhi oleh kesalahan konsep arah kebijakan pembangunan Pemerintah Aceh dan kabupaten kota maupun faktor lainnya seperti terkuras oleh korupsi maupun kebijakan ekonomi maupun politik.
https://www.acehportal.com/2017/02/09/dana-otsus-aceh-dikurangi/
Hal ini sangat penting, agar rakyat Aceh tidak terlena dengan banjir nya dana otsus puluhan triliunan setiap tahun, terlena romansa sejarah sebagai daerah modal dan model terhadap republik indonesia.
Masa depan Aceh, ada di tangan masyarakat Aceh, jangan sampai Aceh kembali terpuruk, apalagi kembali jatuh ke pusaran konflik.