Petani tidak pantang mundur , kehidupan petani jalan yang ditempuh tidak lurus, hambatan sering dijumpai terutama dalam proses menanam padi di sawah. Mereka bertani mayoritas padi sawah yang rata-rata bisa panen sekitar padi sudah berumur 110 hari.
Petani ini sedang menunggu masa panen masih sekitar satu bulan lebih, disela-sela waktu senggang mereka istirahat di gubuk, sekedar untuk berbincang ringan seputar pertanian. Harapan-harapan dimasa serba susah ini dalam situasi Pandemi Virus Corona.
Petani juga manusia , petani layaknya seperti pejuang, pejuang untuk mencetak ketahanan pangan dan ujung tombak dalam mempertahankan pangan dalam menyiapkan hasil pertanian. Seorang petani tidak lagi berfikir terlalu jauh dalam situasi seperti ini.
Harapan dan tantangan petani , dengan obrolan ringan, petani saling memberikan semangat, dan optimis, suatu saat semua akan kembali normal, normal bagi petani adalah harga hasil petani yang wajar, sementara ini dalam wabah virus corona kelihatannya agak sedikit susah untuk mendongkrak harga gabah misalnya dan harga hasil pertanian yang lain.
Memang dimaklumi bukan di Indonesia saja, tapi di seluruh Dunia, ekonomi lagi mengalami tidak stabil, dan akan berimbas pada sektor lain. Petani dan berbincang di gubug bambu, petani tidak lepas dari senjata utama salah satunya parang yang selalu dibawa-bawa.
Informasi mengenai sekitar pertanian , akan cepat nyampai di telinga petani, misalnya harga gabah beda dengan situasi normal, sebelum ada virus Corona dan begitupun harga sayur mayur, yang tidak stabil. Kedua petani sesekali melepas asap...rokok yang mereka hisap.
Tapi mereka bersyukur dalam himpitan ekonomi yang belum stabil, bantuan dari Pemerintah mereka dapat bantuan berupa sumbangan sembako. Pertanian yang sedang dilakukan masih bersyukur dan beruntung, sebab pengairan untuk mengairi sawah masih normal, disisi lain hasil panen nanti mereka belum tau, apakah dijual, atau untuk konsumsi keluarga dan bisa untuk cadangan.
Gubug bambu yang teduh , gubuk yang teduh di tengah hamparan sawah yang panas, gubug di kelilingi oleh pohon sengon, ngobrol pertanian juga diiringi dengan kesejukan hati.
Akhir perbincangan , sebelum waktu hampir tengah hari, masing-masing akan pulang dan melanjutkan aktivitas di rumah masing-masing, tidak ada titik dalam perbincangan, masih ada harapan hari baik dikemudian hari menunggu berakhirnya masa Pandemi Corona. Hari esok dengan harapan baru, harapan harga hasil pertanian akan normal dan harga yang mendukung pertanian akan lebih murah lagi, terimakasih.
Sukabumi, Agustus 2020.