Pertentangan pemikiran antara Imam Al-Ghazali dan Ibnu Rusd sangat populer dikalangan akademisi. Al-Ghazali yang menentang para filsuf dengan sebuah karangan "Tafatuhul falasifat" (tergelincirnya pata filsuf) walaupun Al-Ghazali juga seorang filsuf. Kemudian Ibnu Rushd menjawab dengan sebuah karya juga. Sekarang mari kita lihat dimana letak perbedaan pemikiran antara Imam Al-Ghazali dan Ibnu Rusd. Namun lebih baiknya kita tidak menghakimi keduanya. Oya, tulisan ini pernah saya posting di twitter, makanya hasgtag nya tidak saya hapus hehe..
selamat membaca...
01.Kalau al-Ghazali gunakan perumpamaan cahaya = wahyu, mata = akal, Ibn Rushd pilih perumpamaan “saudara sesusuan” untuk wahyu & akal. #Rushd.
02.Ulasan Ibn Rushd dijabarkan dlm kitab “Fashl al-Maqal” risalah tipis yg scara tak langsung mengkritik kitab al-Ghazali “Faishal al-Tafriqah”. #Rushd
03.Dlm “Fashlul Maqal” Ibn Rushd tegaskan kewajiban yg pertama dlm Islam adalah berfikir (al-nadlar) krn wahyu yg pertama adalah Iqra’. #Rushd
04.Seseorang tak layak dikafirkan karena ia punya pemikiran, berbeda dr al-Ghazali di “Faishal al-Tafriqah” yg mau bedakan “iman” & “kafir”. #Rushd
05.Filosuf dikafirkan al-Ghazali krn punya tiga pemikiran (1) alam yg kadim (2) Allah tak tahu hal2 partikular (3) jasad tak-kan dibangkitkan. #Rushd
06.Bagi Ibn Rushd seseorang yg telah menunaikan kewajiban pertama dlm Islam yakni berfikir—meskipun keliru—tak layak dikafirkan. #Rushd
07.Ibn Rushd juga mengutip beberapa ayat Quran yg memerintahkan kita menggunakan akal, mengamati alam semesta, intinya: perintah berfikir. #Rushd
08.Posisi antara wahyu & akal, Ibn Rushd gunakan perumpamaan “saudara sesusuan” hikmah (filsafat) adalah “saudara sesusuan” syariah (agama). #Rushd
09.Karena hubungan antara “akal” & “wahyu” seperti “saudara sesusuan” maka, asal-muasal, karakter dan wujud keduanya pun berbeda. #Rushd
10.Dgn perumpamaan “saudara sesusuan” Ibn Rushd ingin tekankan wahyu & akal memang dua hal yg berbeda, namun martabat keduanya hampir sama. #Rushd
11.Karena akal diakui dlm Quran, maka ia seperti anak yg bukan kandung menyusu pd seorang ibu, karena itulah anak itu peroleh pengakuan. #Rushd
12.Tapi anak yg hanya menyusu itu berbeda dr anak yg dikandung oleh ibu itu, meskipun relasi keduanya adalah saudara. #Rushd
13.Maka pengetahuan akal adalah pengetahuan di luar agama, seperti halnya anak susuan yg lahir di luar rahim ibu susuannya. #Rushd
14.Pengetahuan akal atau filsafat bukan dan berbeda dari pengetahuan agama, karena ia berasal dr luar agama, di luar kitab suci. #Rushd
15.Penyebutan Quran thdp akal yg merupakan anasir di luar Quran, sprti anak asing yg peroleh ASI dr seorang ibu, terjalin sebuah ikatan.#Rushd
16.Ibn Rusdh gunakan perumpamaan “saudara sesusuan” karena relasinya lebih dalam & kuat dari “saudara angkat” atau “anak adopsi”. Rushd
17.Dgn perumpamaan itu bagi saya Ibn Rushd telah mengakui ada kebenaran di luar agama, tak bisa dicampur-adukkan, tpi punya martabat yg setara. Rushd
18.Kebenaran itu merupakan produk dari penalaran, hal yg berbeda dari produk agama, dan agama pun mengakuinya sebagai “saudara sesusuan”. #Rushd
19.Jadi jangan pernah mengawinkan antara agama dan filsafat, mencampur-adukkan keduanya, karena keduanya adalah “saudara sesusuan” :) #Rushd
20.Salah satu contoh yg ingin kawinkan agama dan ilmu adalah: tafsir saintifik dlm Quran, mencocok-cocokkan temuan ilmu dgn ayat2 Quran. #Rushd
21.Perumpamaan yg dipakai Ibn Rushd relasi akal-wahyu sprti “saudara sesusuan” lebih dalam & filosofis dr yg dipakai al-Ghazali “mata & cahaya”. #Rushd
22.Itu menurut saya, kalau yg lebih memilih atau suka pada perumpamaan yg dipakai al-Ghazali silahkan, saya telah menjelaskan dua perumpaan itu. #Rushd
23.Meskipun menarik juga karena al-Ghazali pilih mata sbagai perumpamaan akal, yg berasal dr manusia, smentara cahay = wahyu berasal dr luar. #Rushd
24.Bagi Ibn Rushd akal & agama itu beda tapi setara, bagi al-Ghazali akal & agama itu sama sepanjang akal sama dengan agama. (Tuh bedanya!). #Rushd
25.Bagi al-Ghazali akal adalah buruh yg bekerja pada agama, akal pun bisa ditaklukkan kalau ia bertentangan dengan apa yg disebut agama. #Rushd
26.Tapi bagi Ibn Rushd, karena akal & agama dua hal yg berbeda, asalnya & tak boleh dikawinkan, posisinya setara, meski berbeda. #Rushd
27.Inilah pembelaan Ibn Rushd terhadap akal melalui ungkapan yg unik, dia mesti diakui bukan karena sama dengan agama, justeru karena berbeda. #Rushd
28.Inilah dualitas-kebenaran (al-haqiqah al-muzdawijah) versi Ibn Rushd yg perlu diakui, yg merupakan dasar “sekularisme”. #Rushd
29.Kalau anda berfikir dan memakai akal anda, hasilnya yaa harus berbeda dong dari agama, kalau sama istilahnya “tahshilul hashil” (kerja sia2). #Rushd
30.Kalau anda berfikir unt membenarkan agama anda, menguatkan kesimpulan yg sudah ada (iman) saya kira anda belum berfikir :) #Rushd
31.Ibn Rushd beri dalil, tak perlu takut & tak boleh dikafirkan kalau ada produk pemikiran yg beda dr agama, karena karakter keduanya berbeda. #Rushd
32.sekularisme adalah pengakuan atas otonomi dua wilayah yg berbeda, agama (produk iman) dan politik (produk akal). #Rushd
33.Demikian ulasan singkat relasi antara akal & agama perbandingan antara al-Ghazali & Ibn Rushd serta perumpamaan yg mereka gunakan. #Rushd