Yang namanya manusia, kalau sudah kecewa maka akan sangat sulit untuk bisa kembali lagi yakin dan percaya. Begitu juga bila sudah kecewa dengan keadaan dan situasi sosial politik ekonomi, apalagi bila tidak juga menemukan solusi yang tepat untuk memperbaiki. Segalanya menjadi serba salah dan tidak tahu lagi harus mulai dari mana. Bagi saya, memang itulah perjalanan yang harus kita lalui bersama, dan merupakan bagian dari pendewasaan manusia di muka bumi ini.
Setelah masa perang dunia dan perang dingin, dunia ini seperti kebingungan mencari bentuk dan sistem yang paling tepat dan sesuai. Segala teori diuji coba dan diterapkan, namun sepertinya memang lebih banyak kegagalan yang terjadi. Mulai dari sistem ekonomi ala komunis sampai sistem yang paling bebas sekalipun, tetap tidak memberikan perubahan yang membuat dunia ini menjadi lebih baik. Malah sepertinya semakin kacau balau dan tak karuan saja, ya?!
Tidak perlu heran atau cemas sebetulnya, sebab semua ini sudah diprediksi sebelumnya oleh para pakar seperti Samuel Huntington dan Francis Fukuyama. Kita memang membutuhkan waktu untuk menemukan keseimbangan dengan sistem yang paling baik dan tepat untuk diterapkan bagi semua. Itu pun tidak bisa serta merta kemudian bisa langsung ditemukan, tetap ada proses dan pasti membutuhkan waktu. Belum lagi ditambah dengan pemikiran negatif akibat kekecawaan yang terus berulang dari kegagalan-kegagalan yang pernah terjadi.
Kemunculkan teknologi Blockchain dan algoritmanya, tentunya adalah sesuatu yang baru, sebuah sistem baru yang memang belum pernah ada dan baru beberapa tahun terakhir ini dicoba diterapkan. Sistem ini berbeda jauh dengan sistem yang pernah ada sebelumnya, biasanya kita memang menerapkan segala teori yang sifatnya sentralisasi, walaupun kita semua terus mendorong perubahan dunia lewat teori demokrasi. Begitu berbedanya dengan apa yang pernah ada, maka wajar jika ada banyak rasa pesimis dan penolakan-penolakan. Tidak mengapa juga, karena ini adalah bagian dari perjalanan yang harus ditempuh untuk juga bisa mencari jalan terbaik bagi sistem Blockchain dan algoritmanya itu sendiri. Jika tanpa proses kesalahan dan penolakan serta berbagai kritik yang diajukan, barangkali steem blockchain dengan SMTs tidak pernah muncul sebagai ide brilian.
Ide yang brilian ini pun tidak serta merta langsung bisa dipahami dan dicerna dengan baik oleh semua, lagi-lagi memang karena benar-benar butuh proses dan waktu. Belajar dari sejarah dan pengalaman yang pernah ada, oleh karena itu sebaiknya kita tidak perlu juga sampai harus begitu mudahnya kecewa dan atau terlalu berlebihan merasa sangat paham. Lewat berbagai proyek yang ada, dan juga mungkin lewat proyek yang bisa kita kerjakan sendiri, sebetulnya kita bisa belajar untuk bisa mencari cara penerapan yang paling sesuai dan tepat untuk penggunaan teknologi ini. Jika kita perhatikan lebih seksama lagi, proyek yang sifatnya membangun dan berbagilah yang paling berhasil di Steemit ini, bukan proyek yang hanya mencari keuntungan pribadi semata. Sungguh diperlukan kerjasama dan saling percaya yang kuat untuk bisa berhasil.
Ada banyaklah teori bagaimana meraih kesuksesan di Steemit ini dan juga di dunia nyata sana, tetapi jika saya boleh menambahkan, ada satu hal yang sebenarnya terlupakan dan patut untuk diangkat kembali. Yaitu soal keyakinan dan rasa percaya, karena ini sepertinya sudah hilang. Tidak usah kepada orang lain, tetapi pada diri sendiri pun tidak yakin dan percaya. Inilah yang kemudian menjadi masalah besar, yang bisa membuat orang menjadi terlalu berlebihan di dalam bersikap dan berperilaku. Orang bisa saja tampaknya sangat percaya diri, namun sesungguhnya sama sekali tidak, kamuflase saja untuk menutupi segala kekurangan.
Contohnya saja soal bagaimana kita membuat posting dan mendapatkan reward, kalau saja kita yakin dengan posting yang kita buat maka kita tak perlu repot sibuk berebut upvote dan reward, ataupun juga sampai kecewa dan lalu bersikap berlebihan. Apalagi jika kita benar yakin dan percaya bahwa apa yang sudah kita buat adalah benar baik, berguna dan bermanfaat serta dibuat secara tulus dan ikhlas, mengapa juga sampai harus sedemikian takutnya. Lagipula kalau kita benar yakin kepada yang Maha Kuasa, untuk apa juga sampai susah dan bingung, lalu kelabakan ke sana ke mari. Yang terpenting adalah kita sudah berusaha sebaik mungkin dengan membuat posting yang baik, bersilaturahmi dengan baik dan dengan penuh ketulusan serta kejujuran, tidak hanya memanfaatkan yang ada hanya untuk diri sendiri, dan benar juga tulus dalam berbagi serta menjaga kebersamaan. Itu saja cukup, selebihnya, rejeki itu sudah ada yang mengatur. Yakin saja dengan keadilan Yang Maha Kuasa, tidak perlu ada yang ditakutkan dan dikhawatirkan.
Saat ini kita yang beragama Islam sedang menjalankan ibadah puasa di bulan ramadhan dan tulisan ini saya buat sebagai ingatan bagi saya sendiri pentingnya rasa percaya dan yakin baik kepada diri sendiri dan apalagi kepada Yang Maha Kuasa. Saya tidak mau ibadah saya jadi tercemar akibat pemikiran, perilaku, dan perbuatan negatif yang mungkin saja bisa mengurangi nilai ibadah saya ini. Puasa makan dan minum bisa dilakukan, namun godaan yang paling susah dikendalikan justru datang dari diri sendiri ketika tidak mampu mengendalikan pikiran dan hati sendiri. Jadi yah, anggap saja ini sebagai postingan curhat yang siapa tahu bisa berguna dan bermanfaat bagi semua. Biar makin semangat beribadah dan kuat menjaga pikiran dan hati, agar apa yang kita buat dan lakukan juga bisa benar menjadi ibadah yang diterima dengan baik.
Selamat berpuasa dan menikmati hari-hari yang penuh dengan ketulusan keikhlasan dalam beribadah lewat berbagi dan bersama.
Catatan:
Tidak usah ragu dan takut menulis dengan menggunakan Bahasa Indonesia, sebab kurasi terhadap posting Bahasa Indonesia itu banyak kok. Lagipula sekarang ada yang memberikan kesempatan kepada poting Steemian Indonesia untuk mendapatkan reward lebih. Silahkan cek link ini untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap: https://steemit.com/garudakita/@the-garuda/rilis-website-garudakita-io-sebagai-website-induk-garuda-kita-or-now-release-main-website-for-garuda-kita-garudakita-io
Bandung, 17 Mei 2018
Salam hangat selalu,
Mariska Lubis