Saya keluar bersama teman, jalan-jalan sambil menunggu buka puasa. Orang Indonesia biasa menyebutnya "ngabuburit". Saya dan teman saya itu, lama sekali tak bertemu. Kota ini terasa asing. Kami teringat masa kecil. Masa kecil yang nakal, tapi lembaran yang tak sama seperti lembaran anak kecil lainnya. Kami senang lahir di sini, kami tahu kota ini sedang terpuruk, kami tahu kota ini dikuasai beberapa orang, dan kami tahu, kami tak bisa mengubahnya.
Dari kaca mobil, saya memotret keluar: