Indonesia adalah negara yang kaya akan seni dan budaya. hal itu terlihat dari keberagaman yang ada dinegeri ini, dengan corak kehidupan masyarakat berbeda-beda satu sama lain mulai dari Sabang hingga Merauke. Pantaslah jika negeri ini diberi Julukan negeri Bhinneka Tunggal Ika, hal itu yang menjadi dasar dari kalimat tersebut. Maka dalam tulisan saya kali ini, saya ingin sedikit menceritakan tentang salah satu seni budaya daerah yang ada di Ambon, Provinsi Maluku Di wilayah timur Indonesia.
Dalam perjalanan saya selama satu buka di kota para raja tersebut, saya sempat berkunjung di salah satu acara pementasan seni para anak muda atau bisa disebut kalangan mahasiswa dari berbagai komunitas seni.
Dari beberapa pertunjukan seni budaya daerah Ambon yang sempat ditampilkan saya menarik dengan satu seni tari yang menurut saya ini unik dan sangat kental nilai filosofi daerahnya, yaitu Tari Cakalele.
Awalnya saya tak terlalu banyak tau tentang asal mula seni tari itu ada disini, Namun ternyata firasat saya akan keunikan dan kekuatan filosofi dalam tarian tersebut seolah saya sudah lama mendengar dan mengamati akan asal mula adanya itu tarian sehingga memberikan ilmu dan pengetahuan baru bagi saya ketika saya bertanya pada teman dikota Manise Itu akan dasar dari tarian tersebut.
Ia menceritakan, bahwa tari cakalele itu mengisahkan tentang tragedi perang masyarakat Maluku dulu.
Tak salah jika, dalam tari cakalele tersebut memang memiliki nilai-nilai filosofi sebuah tarian yang menceritakan akan sebuah tragedi bersejarah bagi suatu daerah di Maluku.
Sungguh luar biasa, saya teringat akan betapa kaya negeri ini bahwa dari sisi budaya nya saja jika itu dapat dijaga dikemas dan dirawat dengan baik maka akan memberikan sebuah kebanggaan tersendiri yang tak semua negara lain diluar sana memilikinya.
Selain itu, saya juga terhibur dengan berbagai tarian seni budaya khas daerah Maluku seperti tarian Bambu Gila, Katreji dan juga tarian goyang tobelo.