Tukik, nama lain dari bayi penyu. Ada banyak pendapat tentang tukik yang di lepas ke pantai atas nama konservasi. Ada yang setuju untuk menghentikan laju "depopulasi" penyu, ada yang tidak setuju karena penangkaran tukik oleh manusia akan menghilangkan kemampuan adaptasi dan bertahan hidup tukik menuju penyu dewasa. Terlepas dari itu Aceh merupakan sedikit dari daerah di Indonesia yang cukup peduli dengan konservasi dan perlindungan penyu. Hebat...
Tanggal 17 Maret 2018, Aceh HEbAT Community dan Sekolah Alam AINS Aceh mendapat kesempatan bergabung dengan para penggiat konservasi penyu untuk melepas tukik di pantai Lhoknga Aceh Besar. Tukik in berasal penangkaran Pak Djakfar, penggiat Konservasi Penyu Pasie Jalang Lhoknga, Aceh Besar. Sulung kami, Bang Qayyan bergabung dari Komunitas HEbAT Aceh, sebuah komunitas pembelajaran tentang pendidikan anak berbasis fitrah. Sedangkan Haqqan putra kedua kami bergabung dari anak AINS, tempat dia sekolah. AINS (Aceh Islamic Nature School) merupakan Sekolah Alam pertama di Aceh didirikan tiga tahun lalu di kawasan Pango, Banda Aceh.
Pelepasan tukik kali ini dipandu oleh teman-teman LSM konservasi Jaring KuaLA (Jaringan Koalisi Advokasi Laut Aceh) dan mahasiswa penggiat konservasi. Sungguh pelajaran dan pengalaman berharga bagi kedua panglima muda kami untuk mengenal ayat ayat Tuhan melalui alam dan ciptaan-Nya.
Setelah pelepasan tukik bang haqqan bercerita dengan ceria. "geli waktu pegangnya yah..!, tapi sambil lepasin tukik haqqan bilang, semoga berhasil menggapai cita cita ya....!"
Hhmmm.., cita cita tukik apa ya..???
Mungkin hanya Haqqan, tukik dan Tuhan mereka yang tahu..Hehehe.
Semoga penyu yang diyakini sebagai salah satu penyeimbang ekologi di pesisir terus terlindungi, Salut dan tabik untuk mereka yang mengabdikan diri untuk melestarikan salah satu ayat ayat Tuhan ini.
Salam Lestari..