FOTO LEVITASI
Foto levitasi adalah jenis foto yang bisa dikatakan unik karena objek seakan-akan terlihat memiliki kemampuan melayang di udara dan mematahkan hukum grafitasi. Objek fotonya sendiri bisa macam-macam mulai dari manusia, hewan, benda mati, dll. Untuk mengambil foto levitasi ternyata tidaklah sesulit yang dibayangkan, cukup bermodalkan kamera, model, sedikit kesabaran, dan beberapa teknik yang akan memudahkan proses pengambilan foto levitasi. Berikit adalah tips-tips ketika proses pengambilan foto levitasi:
Tips untuk model
- Pada saat pemotretan, kunci dasar foto levitasi adalah lompatan model. Dimana model melompat dan membuat pose seolah-olah sedang melayang.
- Model yang sedang berlevitasi menuju ke suatu arah, biasanya menekuk kedua kakinya ke belakang (sekitar 45 derajat) dan badan cenderung condong ke depan.
- Model yang sedang berlevitasi di tempat, biasanya berpose dengan kaki lurus ke bawah.
- Melompatlah dengan tenang dan usahakan tidak perlu sambil berlari karena akan susah bagi fotografer mendapatkan frame yang pas.
- Berekspresilah sesuai tema agar foto terkesan natural.
- Gunakanlah aksesoris yang mendukung dan menambah kesan natural foto. Contohnya: buku yang dibaca, menaiki sapu, menggendong tas, hingga menggendong mantan jika kuat.
- Lokasi yang unik akan menambah keunikan foto yang unik. Contohnya ambilah foto saat membeli buah di pasar, hendak naik kereta, bahkan saat skripsi kalau bisa.
- Cerita dalam foto akan membuat foto lebih menarik.
- Gunakan peniti, penjepit kertas, atau alat penjepit baju lain supaya baju tidak tampak menggembung atau tersingkap saat model melompat.
- Untuk rambut, silahkan ikat atau gunakan hairspray agar tidak terlihat melayang. Alternatif lainnya menggunakan aksesoris seperti topi atau kupluk.
- Foto levitasi yang sempurna sebaiknya rambut tetap terlihat rapi. Namun, ini tergantung konsep. Jika konsepnya adalah model terbang cepat, logikanya tentu rambut model berkibar ke arah berlawanan dengan arah melayang.
- Jangan memaksakan diri melompat jika sudah lelah & carilah lokasi yang aman buat melompat, jangan jurang juga kamu lompati.
Tips untuk fotografer
- Foto levitasi dapat dilakukan dengan kamera biasa (kamera ponsel, pocket cam) maupun dengan kamera professional (DSLR).
- Foto levitasi dengan kamera DSLR, bisa memanfaatkan Burst Mode (Continuous Shooting). Dengan sekali menekan jepret, bisa menghasilkan beberapa foto sekaligus. Tinggal dipilih mana yang paling pas mendapatkan pose levitasinya.
- Hafalkan Shutter Lag kameramu. Shutter Lag adalah lamanya jeda dari saat kamu memencet tombol rana (Shutter) sampai gambar terambil oleh kamera. Tiap kamera mempunyai Shutter Lag berbeda, dengan menghafal Shutter Lag tentunya kamu akan merasakan feel yang pas ketika memotret foto levitasi.
- Pencahayaan sangat penting dalam foto levitasi, hal ini bisa kamu siasati dengan melakukan foto di luar ruangan dan memanfaatkan cahaya matahari.
- Gunakan shutter speed tinggi, di atas 1/500 lebih baik. Cahaya yang cukup sangat berperan untuk mendapatkan shutter speed tinggi. Fungsinya untuk membekukan gerakan (Freezing Motion).
- Untuk kamera saku (Pocket Cam) bisa memanfaatkan Sport Mode atau Action Mode untuk mendapatkan shutter speed tinggi.
- Untuk kamera ponsel, lakukan pemotretan levitasi di luar ruangan dengan cahaya matahari langsung agar mendapatkan high shutter speed.
- Lebih baik jika kita menggunakan low angle, yaitu sudut pengambilan gambar dengan posisi kamera yang lebih rendah dari model agar model terlihat tinggi melayang.
- Boleh menggunakan high angle asalkan ada bayangan dan model terlihat terpisah dengan bayangan saat melompat.
Sumber: Google & Pengalaman Pribadi