PKA itu event sesekali... nggakbusah PKA yg berat dan melibatkan banyak orang, pernah lihat sampah numpuk di halte trans kutaraja yg di depan rsuza? Apakah itu tempat buang sampah? Ada pertanda bolrh buang sampah di situ? Lantas kenapa masyarakat buang sampah disitu? Salah pemerintah? Sampah siapa memangnya itu? Kalau punya sampah bawa pulang ke rumah masing2 lah... kalau ada bayar iuran sampah letakkan pada tempatnya sebelum diangkut.
Di Pamulang, tempat saya tinggal sekarang, pemerintahnya nggak sibuk ngurusin sampah karena warganya sadar nggak boleh nyampah dan yg kerja ngurusin sampah juga manusia bukan robot yg busa daur ulang sampah seperti bakteri. Kalau mindset kita adalah tong sampah seluas dunia, ya tong sampah khusus pun tidak mampu mengatasi. Dulu didepan kantor saya di simpang kodim ada tong sampah non-organik dan organik, tapi yg nyampah gak pandai membaca atau kenapa... sampahnya malah diletakkan diluar tongπππ capee deeh. Petugas kebersihan cuma 40 orang yg nyampah 4 ribu.. kelar dah diskusi kita.
RE: The natural charm of the west end of Indonesia