Senja itu sangat ramai, nyaris seperti pasar. Bahkan aku harus mencari celah untuk berjalan. Ku akui terlambat datang. Tidak seperti kemarin, bahkan aku sudah berusaha melaju, tapi sia-sia.
Aku mencoba untuk menggapai mu di hadapan. Tapi terhalang oleh sekelompok remaja berwajah manja. Berjalan ke sisi yang lain, langkahku terhalang oleh bangku berbanjar-banjar.
Aku menyerah kalah. Rupanya senja kali ini bukanlah milikku. Aku berjalan mundur dengan teratur. Kulepaskan egoku yang mulai kaku, meski berat di hatiku.
Berada dibelakangmu hal baru bagiku. Berada di belakang bagiku suatu kekalahan, dan itu aku. Tak ada orang disekitarku. Tak ada yang menghalangi langkahku. Terduduklah aku sendiri, dalam kesunyian.
Berlahan jingga datang, tapi tak kusapa seperti biasa. Kali ini jingga bukan milikku, ia datang untuk orang lain yang sejak tadi menunggu.
Tapi, semakin aku menatap, jingga semakin mendekat. Semakin aku berpaling, jingga makin mengerling. Suasana dihadapanku semakin semarak berarak-arak.
Jiwakupun belahan bergelora. Bahkan senja jingga terlihat makin mempesona. Sungguh indah drama didepan mata.
Barulah tersadar, di belakang tidak berarti kalah. Di depan bukan berarti pemenang. Justru di sini aku bisa melihat lebih indah, sebuah drama jingga siluet senja.
Location :
Pantai Babah Kuala
Lampuuk - Lhoknga
Aceh Besar - Indonesia
Camera :
Smartphone Xiaomi Note 3
Salam Kaki Lasak, Kemanapun Kaki Dilangkahkan
Follow Me :
Steemit @ kakilasak
Facebook @ husaini_sani
Instagram @ ucok_silampung & @ kaki_lasak
Whatsapp +6282166076131