STEMIANS, kali ini saya mengunjungi Balikpapan, Kalimantan Timur. Saya tiba pukul 17.00 WITA. Sebelumnya saya berangkat via Bandara Internasional Kuala Namu, Sumatera Utara, transit Sukarno-Hatta, Jakarta terus mendarat dengan mulus di Bandara Sepinggan Balikpapan.
Saya mendengar nama Sepinggan pertama kali ketika musim haji, tepatnya saat saya kelas dua sekolah dasar. Salah satu embarkasi pemberangkatan haji ya bandara ini. Sehingga, ketika penyiara RRI Jakarta melaporkan info haji, bandara ini kerap disebut.
Saya juga masih mengingat nama Sepinggan. Bukan nama baru bandara itu. Nama barunya Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan. Menurut supir grab yang membawa saya berkeliling, sepinggan-diambil dari kosakata suku Paser-suku lokal asli Balikpapan. Artinya piringan besar. Kurang lebih makna filosofisnya piringan besar untuk tempat makan bersama seluruh masyarakat.
Posisi bandara internasional itu bersisian dengan bandara lama. Artinya ini hanya perluasan saja. Sultan Aji Muhammad yang ditabalkan namanya menjadi bandara itu adalah raja atau Sultan Kutai Kartanegara ke 18.
Dikenal dengan gelar Sri Paduka Sultan Aji Muhammad Sulaiman Al Adil Khalifatul Mu’minim bin Aji Muhammad Salehuddin. Diangkat menjadi sultan pada 19 Oktober 1850. Nah, ayuk lihat sudut-sudut bandara ini. Lihat lah foto-fotonya.
Salam