Hai Steemian
Batu gantung merupakan salah satu daya tarik wisata di Parapat kawasan Danau Toba Sumatera Utara. Ada legenda yang diceritakan turun temurun tentang batu gantung dan lahirnya kata parapat. Legenda ini dipercaya masyarakat sekitar walau hanya diceritakan dari mulut ke mulut dari orang tua zaman dulu.
Dari legenda tersebut diceritakan bahwa pada zaman dahulu di kawasan tersebut ada sepasang suami istri yang memiliki seorang anak perempuan bernama Seruni dan seekor anjing peliharaan yang bernama Toki. Seruni dijodohkan oleh orang tuanya untuk menikahi sepupunya. Sedangkan Seruni sudah memiliki kekasihnya sendiri di desa tersebut. Pada suatu ketika Seruni berjalan ke arah tebing sekitar danau toba, tiba-tiba ia terperosok ke lubang batu yang dalam. Karena perasaannya yang galau saat itu ia ingin mati saja sehingga ia berteriak parapat batu, parapat....ia terus berteriak agar batu terus rapat menghimpit tubuhnya. Melihat Seruni yang terperosok anjing peliharaannya Toki mencari bantuan kepada orang tua dan penduduk desa. Ketika mereka ingin menolong tidak ada satupun yang bisa masuk ke dasar lubang batu yang sempit. Sementara Seruni terus berteriak parapat batu, hingga terdengar suaranya oleh mereka "parapat...". Tiba-tiba terjadi gempa dan lubang batu tersebut telah tertutup rapat menghimpit Seruni. Tidak lama setelah gempa muncullah batu gantung di tebing yang dipercaya sebagai jelmaan Seruni. Kawasan itupun diberi nama Parapat berdasarkan kata-kata terakhir yang didengar mereka dari Seruni.