Salah satu harian terkemuka nasional secara mengejutkan dengan pemberitaan meninggalnya anak-anak di Kabupaten Asmat, Papua akibat gizi buruk dan campak dua pekan lalu. Sedikitnya 56 anak sejak november tahun lalu meninggal akibat gizi buruk di kabupaten ini.
Jauhnya lokasi sejumlah kampung dibeberapa distrik membuat tim sedikit kesulitan dan memakan waktu yang lama. Alat transportasi perahu motor atau ‘longboat’ yang melintasi sejumlah sungai menjadi salah satu kendaraan yang paling memadai untuk menjangkau kampung-kampung terpencil di sana.
Jumlah penduduk di Kabupaten Asmat yang menderita gizi buruk diperkirakan mencapai 15 ribu jiwa. Kondisi ini dialami masyarakat Asmat disebabkan beberapa faktor diantaranya lokasi yang jauh dan sulit dijangkau, minimnya sarana kesehatan seperti puskesmas, taraf perekonomian masyarakanya rendah, keterbatasan sarana transportasi dan keterbatasan akses distribusi makanan bergizi.
Tenaga medis di kabupaten ini juga sangat minim. Dokter-dokter muda yang seharus menempati sejumlah puskesmas dipelosok desa di Asmat nyatanya tidak ada. Program kesehatan dikawasan ini tidak berjalan dengan cukup baik.