Atraksi-atraksi menegangkan telah kami saksikan di Taman Buaya, yang menyisakan sebuah sensasi tak terlupakan. Kemudian, selanjutkan kami beranjak ke Galeri Lebah, Melaka, yang letaknya hanya sekira 300 meter dari Taman Buaya.
Bangunan galeri berwarna kuning ini cukup menyolok sehingga mudah dikenali. Sampai di sana, saya terpukau dengan gaya arsitektur yang mengadopsi kehidupan lebah. Sebagian dindingnya dibuat berlubang-lubang seperti sarang lebah.
Begitu masuk ke dalamnya, kita segera saja terkesima dengan patung-patung lebih yang dirancang sedemikian rupa.
Ada juga boneka-boneka lebah yang berada dalam replika sarangnya.
Saat masuk lebih ke dalam, kami disambut dua pengelola galeri. Kami diajak untuk melihat jenis-jenis lebah yang sedang ditangkar.
Dan tentunya kami dipersilahkan menyicipi aneka rasa madu, langsung dari sarangnya.
Setelah menyicipi madu, kami dipersilahkan masuk ke dalam sebuah ruangan, di mana si pengelola mempresentasikan jenis-jenis lebah. Ia juga memperlihatkan foto-foto ladang penangkaran lebah yang perusahaan mereka punyai.
Presentasi berlangsung sekitar lima menit, lalu kami dipersilahkan masuk ke dalam ruangan galeri pameran madu. Di sana kita dapat menyicipi sepuasnya aneka rasa madu. Madu-madu ini mereka taruh dalam wadah terbuat dari kaca, lalu kita dapat menuangnya dalam gelas-gelas kecil plastik, dan meminumnya sepuasnya.
Bila kita suka dengan rasa madunya, kita dapat membelinya di galeri ini. Selain madu, mereka juga menyediakan propolis, yang telah dikenal luas mempunyai khasiat obat.
Demikian sahabat steemian, gambaran umum Galeri Lebah Melaka. Semoga bermanfaat dan inspiratif.