Dulu sewaktu saya duduk di bangku sekolah saya pernah bermimpi memiliki sebuah rumah yang dilengkapi dengan jendela ajaib. Sehingga dalam bayangan saya, ketika saya membuka jendela kamar tidur, saya dapat langsung melihat pemandangan berupa pantai,ombak dan juga merasakan sejuknya angin pantai. Wah, pasti sangat menyenangkan. Namun, seiring dengan bertambahnya usia, saya sadar bahwa impian saya tersebut terlalu beresiko dan perlahan-lahan sayapun mulai melupakan impian tersebut
Tapi Allah Maha Baik, Baik banget. Setelah saya lulus kuliah, saya diberi kesempatan untuk bisa bekerja disebuah perusahan pembangkit listrik di Jawa Tengah yang tentu saja lokasinya sangat dekat dengan pantai. Sehingga ketika saya sedang jenuh dalam bekerja saya bisa langsung membuka pintu dan taraaaaaaaa saya dapat melihat pantai, ombak, dan merasakan semilir angin pantai. Ini persis dengan impian saya dulu
Foto diatas saya ambil pada suatu pagi di bulan Juni 2016, tepatnya setahun yang lalu. Saat itu saya sedang merasakan jenuh dalam bekerja, sehingga ketika sedang tidak ada pekerjaan saya menyempatkan diri mendekat ke arah pantai, untuk melihat matahati terbit.
Saya sangat bersyukur karena di pagi hari itu saya bisa diberi kesempatan untuk melihat matahari terbit seindah ini. Rasa lelah dan jenuh seperti hilang berganti dengan sebuah senyuman. Sebuah senyum yang datang dari perpaduan warna indah di langit. Mungkin ini yang dinamakan sebuah senyum dari langit. Hal ini mengingatkan saya pada nasehat bapak dan ibu yang mengatakan bahwa meski kamu tidak menyukai suatu pekerjaan, pasti akan selalu ada hal-hal baik yang dapat disyukuri. Iya benar, mungkin salah salah satunya adalah mensyukuri keindahan langit matahari terbit kala itu.