DEAR STEEMIT FRIENDS...

Source
Aku yang terbiasa dengan sunyi, tampa pernah tau seberapa gersang jiwa mendiami.
Lewat seuntai kata dari barisan puisi ada hujan menetes manja di relung hati.
Apakah ini awal dari sebuah tawa ?
Bibir yang dulu mengetup rapat tampa bisik, kini menyulam sesungging senyum.
Ada hujan yang kini jatuh perlahan.
Membasahi kemarau hatiku !
Ada sebuah kisah yang mengawali sebuah pertemuan.
Walau hanya lewat lisan.
Bersama hembusan angin gerimis, rindu mulai menyusup menyenangi kesendirianku.
Aku semogakan ada pelangi setelahnya walau sesaat, namun aku berharap semoga hujan tetap setia mewarnai di atas hatiku yang kerontang.


HUJAN DI KEMARAU HATIKU