Bagai Kapal yang di hempas badai, terombang ambing, di tengah samudera, terayun kekiri dan kekanan, terjukal, namun belum terbaling.
Panik, riuh, semuanya sibuk, ada yang menyumpah serapah, ada yang berdoa, ada pula yang sibuk memakan ini dan itu dan ada yang cuma pasrah berharap semuanya baik-baik saja
Ini hanya badai kata nahkoda, bersabarlah badai akan berlalu, dia masih terus berusaha, dengan segala kemampuannya, agar dapat melewati badai dasyat, atau dia akan tenggelam dengan kakaknya.
Harapanny agar jangan ada yang coba mengorek lambung kapal membocorinya dari dalam, ini tiada guna walau badai terlewati, karena kapal tetap akan tenggelam.
Matangglumpangdua, 4 Juli 2018