Judul: Sebuah Prediksi
Mimpi terjaring bagaikan ikan
Tergelapar-gelepar didalam pukat perahu
Doa mengantar dua pemuda tampan di hadapan Sajadah
Bulan di pipi istri tertempak
Bening warnanya luntur
Jatuh gerimis banjiri desa
Payung perduhan tidak punya makna
Suara-suara penghuni mushalla harus didengar
Al-Kitab tidak berdusta
Malam yang bukan simbol sebuah puisi
Tetap diperhitungkan bagaikan malam
Pendustaan harus di jadikan sebagai simbol ilmu matematika
Biar hidup ini menjadi hasil yang sempurna
Dua Pemuda gagah yang tampan lagi berdoa
Mencair bagaikan es batu
Dan Kabur patah di langit
Tidak mampu tunggangi harapan-harapan
Kemarau bakal menindih dua pemuda tampan
Di atas keranjang, sekali pun berangkat dengan cinta
Cinta Anak muda tampan kepada Tuhan yang Maha Kuasa.
Mimpi terjaring bagaikan ikan
Tergelapar-gelepar didalam pukat perahu
Banda Aceh: 26 Oktober 2017