Kamu menguatkan, kita saling hancur lebur bila tidak dipersatukan.
Kamu, jantung puisi yang menguatkan arti puisiku.
Ibaratnya detak jantung yang membuatku ingin selalu memberi arti untukmu.
Bila malam terlampau dingin untuk dirasakan sendiri, berdoalah pada Sang Pemilik Semesta agar kau kuat melalui, meski aku terlampau jauh untuk memberimu energi.
Setiap aku menatap bintang, aku menceritakan kepadanya tentang kamu--orang yang paling aku sayang.
Setiap aku menatap kebun, kuceritakan tentangmu bahwa kita akan bersama menanam banyak tanaman hingga menua dan pikun.
Kita adalah saling memberi energi, karena kita saling mencintai.
Karena puisiku ada di hatimu, tempat terindah yang bernama lain rindu.