I stared into the thick dark gray of the cloud
Saving romance behind the sun in the hiding
The rain signals down with a sustained expectation
Hope looked at the woman who was drunk longing
The air danced through the face as though it were no master
While I was serving black coffee that was now bland
No taste from the sweetness of sugar that I poured
Due to the longing that continues to be addicted
I opened the old wooden drawer of the third row
I picked up and saw a face that I never missed
For a long time I could not touch the palm of his hand
Which is now far away at the end of the world
The meeting is still a mystery in the book of life
I lifted the smoke that would fly with the longing message
With a pigeon flying on his window
And accompanying the loneliness of life in an empty daydream
Tomorrow I will go home to see him
After the snow the order had dropped before my eyes
I'll give you a snow of european dreams
Will be gentle when touched his soft fingers
Image Source 1, 2, 3
[INDONESIA]
Tertutup Kilometer, Mabuk Kerinduan
Ku tatap gelapnya kelabu tebal sang awan
Menyimpan romansa dibalik mentari pagi yang bersembunyi
Pertanda hujan turun bersama harapan yang berkelanjutan
Harapan menatap wanita yang tengah mabuk kerinduan
Udara menari-nari menembus wajah seolah tak bertuan
Sambil kuhidangkan kopi hitam yang kini hambar
Tak berasa dari manisnya gula yang kutuangkan
Akibat kerinduan yang terus berkecanduan
Kubuka laci kayu tua deretan ketiga
Kuambil dan kulihat wajah yang tak ada henti kurindukan
Telah lama aku tak dapat menyentuh telapak tangannya
Yang kini jauh di penghujung dunia
Pertemuan yang masih menjadi misteri dalam buku kehidupan
Kukepulkan asap-asap yang akan terbang membawa pesan rindu
Bersama seekor merpati yang hendak terbang hinggap di jendelanya
Dan menemani kesepian hidup dalam lamunan kosong
Esok hari aku akan pulang menemuinya
Setelah salju pesanannya sudah turun di depan mataku
Akan kuhadiahkan salju eropa impian
Akan lembut bila disentuh jemari lembutnya
Sumber Gambar 1, 2, 3
Salam