Bunga mekar di pinggir jalan, bukan milikku tapi milik desa, biarpun teriknya matahari wanginya tetap semerbak. Bunga kau tumbuh bukan di taman, namun engkau hadir menghiasi hariku. Ku semai engkau laksana sanakku tanpa menghiraukan tempatmu berada.
Bunga jangan engkau mengeluh walau engkau jauh dari kerabatmu, jadikan aku sahabatmu yang selalu datang pagi dan sore menjengukmu dan memberikan sedikit rezeki (air) dari tuhan pencipta aku dan engkau.
Sekian dulu ibu-ibu steemian, kerjaan masih numpuk. Besok senin nusti beres-beres cepat, apalagi siapin dagangan bisa makan waktu yang lama. See you.