Ternyata ... dia tak pergi!
laku gagahnya, masih terlintas di sudut mata
lembut tuturnya, begitu lekat di telinga
lirih bisiknya, melebur hasrat di cawan asa
aku bahkan berhenti bersajak
napasku memburu tak beraturan
meski semu, tetap kurengkuh kokoh tubuhnya
walau tak nyata, kunikmati jua harum napasnya
Aku sudah gila!
ya, aku tahu ... Aku sudah gila!