Sial!
bagaimana bisa aku tertatih lagi,
berjibaku dengan aral gendala
hingga tergiring menuju kuldesak
bukankah aku t’lah berdiri di tempat yang benar?
menyaksikan buana berkerlip indah
dan menghidupkan karsa bersamanya
ayolah, hati ...
sudah berkali kuminta kau berhenti
tapi kenapa tak kunjung reda?