Detik...
Berlalu melibas deras gemericik
Menyapu melunturkan kisah langkah
Membasuh jiwa dalam gores luka...
Gelegar guntur menebar ngeri
Memecah awan yang hitam terwarnai
Kilatnya menjilat tanah
Membakar hangus sisa asa...
Linanganku menyatu dengan hujan
Menetes turun genangkan harapan
Bisu tersuarakan rasa dalam nyata
Hanya dalam hentak suaranya kuwakilkan do'a...
Aku disekap sepi dalam hari
Dibelenggu pilu merantai hati
Adaku sirna dalam raibnya embun pagi
Yang sadis dibinasakan cahaya mentari..
Entah harus kutarikan seperti apa pena
Saat tinta tak lagi mau mencipta aksara
Pasrah haruskah ku nantikan takdir
Yang entah kapan akan bergulir...
Pada daun yang mana kuwakilkan rasa
Sedang musim telah merebut semua
Dahanpun lapuk menunggu tumbang
Menanti jatuh dipembaringan petang..
Indah yang mana yang akan kupuja
Sedang awanpun kini merenggut senja
Biar ku khayalkan saja bahagia
Setidaknya inilah yang mampu ku cipta...