:Deda Icha
pelan kumasuki
tubuh jalang sendiri
hanya satu pintu tersisa
merah jambu kamar anakku
lari kecil, memeluk boneka
yang ia beri nama entah
seperti wajahnya yang subtil
belum mampu terjemah dada ibu;
ada puing lara dari kisah-kisah
air mata beku terlalu lama
dan disengajakan jadi lengan
aku memeluknya santun
sampai pulas karena tiada lantun
yang pantas untuk ku-iba-kan
segera aku keluar habis menyelimuti
mengganti tubuhku dalam bentuk lain.
setelah kelahi dengan bayang noktah
nanti kumasuki juga mimpinya.
sebab aku pernah berkata,
kita 'kan tamasya berdua saja
hanya berdua,
ke dunia yang kau hendaki
Bengkulu, Menuju April 2018
Photo: She collection