Telah banyak kata ku dengarkan
Telah banyak dusta yang diungkapkan
Di negeriku yang katanya aman dan tentram
Di negeriku yang terkenal dengan kekayaan alam
Lontaran sorakan kemerdekaan telah berlalu 72 tahun silam
Yang katanya indonesia merebut kemerdekaan dari penjajahan jepang
Namun kata itu tidak pernah tenggelam di kalangan masyarakat yang hidup dibawah garis kemiskinan
Kini beribu anggapan ingin ku ungkapkan
Tentang kata kemerdekaan yang tak kunjung membawa kesejahteraan
Kali ini anggapan kulayangkan melalui sebuah kesenian
Dalam kesenian ingin sampiakan sebuah pesan
Pesan yang kerab diabaikan oleh para pemimpin yang kami beri jabatan
Yang telah kami beri kewenangan untuk membuat sebuah keputusan
Yang telah kami beri kewenangan untuk membuat aturan-aturan
Ingin ku bertanya kepada kalian wahai para pemimpin yang telah kami beri kewenangan
Pertanyaan yang sudah biasa di tanyakan
Apakah meja yang telah kami sediakan telah menutup semua pandangan akan kami yang terbelakang???
Semua aturan yang telah kalian keluarkan seakan hanyalah untuk melindungi kejahatan
Seakan mematikan demokrasi yang kalian agungkan
Para pemimpin kini sekan jadi tontonan
Di media televisi yang sering kami saksikan
Kalian hadir seakan bagai selebritis idaman yang menjual muka kebaikan
Bermacam propaganda kalian hidangkan
Sebagai alasan untuk menjadi sorotan
Sudah cukup selebritis yang membawa hiburan
Karena rakyat hanya butuh kata kesejahteraan dari kalian
Bukan sebuah tontonan yang terlihat menjijikkan dengan cara saling menyalahkan
Jangan kalian biarkan angka kemiskinan menurun hingga 1000 keturunan