Inilah punggung cinta tempat engkau menyimpan kenangan
Inilah kuduk rindu tempat Ibu menunggu kehadiran
Di sepanjang kanakmu, setiap waktu
Di bening fajar, di garang siang, di ambang petang
Kaki kecilmu berlari, mengejar hamparan.
Bersiap melompat dengan senyuman
Lalu renyah tawamu berhamburan
Memenuhi rongga dada Ibu
Kita pun berkecipak sayang memanjakan hari
Kini, tulang-tulangmu lebih membaja dari kuda-kuda itu
Bahkan berganti tempat kita bersandar
Engkau menjadi bahu lelah Ibu
Menjadi danau peristirahatan
Menjadi sungai melepas ingatan
Teman bicara di dangau-dangau perhelatan
Teruslah tumbuh dengan mata kasih
Tanamkan rumput kebaikan bagi hijau semesta
Rindangkan ia dengan kepedulianmu pada sesama
Jadilah pohon merdeka, bagi siapa pun yang menggapai harap
Sayangi kaum Ibu dengan mata batinmu. Dengan kasihmu pada rahim ibu
Dalam mata yang pedih menatap Negeri kita
Ibu menghimpun pinta
Agar Engkau menjadi daun-daun terapi kelak
Bagi pemulihan, bagi akar yang terus menjalar
Untuk kemanusiaan
Kepada Negeri
yang menyanyangi tubuh perempuan
yang menghargai perbedaan antar penghuni
yang memuara peradaban bagi semua
Jangan ada lagi kerusakan atas nama agama
Ibu di Pojok Rindu
22 Mei 2018