Adalah sebuah kebahagiaan
bisa melihat dan mendapati
orang-orang tertawa di senja hari
dan waktu bisa begitu saja lewat
tanpa ambil peduli, tanpa disadari.
Sementara para nabi menangis haru
Sejak kehidupan pertama bermula :
Dan dukkha manusia belum berhenti
pada jam yang berdetak tik-tak.
Pada bulan yang redum dan berganti
seperti matamu;
yang hari ini menjelma laut biru
besoknya berubah serupa cerlang bintang.
Dukkha manusia belum berhenti
pada bunga yang layu dan
mekar di halaman rumah.
Dukkha manusia belum berhenti
pada tangisan bayi yang
terbangun dari tidurnya yang lelap.
Dukkha manusia belum berhenti
Pada ciuman pertama
yang hangat dan manis
atau pada bisikan selintas
dari kekasih.
Dukkha manusia belum berhenti
pada moksanya para pertapa,
makrifatnya para sufi
atau tercerahkannya para resi
yang gemar mendikte
kata-kata Tuhan
di gua, di hutan
dan kamar yang sunyi.
Dan dukha manusia belum berhenti
selama manusia masih belum
berhenti menulis puisi.