Ketika rasa itu datang dan kurasakan lalu ku ungkapkan kepada dirimu, dirimu tidak merasakan, padahal rasa itu adalah anugrah yang maha kuasa yang kita hamba tidak mampu menolaknya. Rasa itu datang tanpa diundang dan menghiba. Rasa itu datang tanpa memandang usia dan status keluarga. Ketika rasa itu datang dan ku ungkapkan kepada dirimu, dirimu tidak merasakannya, mengabaikan bahkan membiarkan jatuh berderai. Dimana rasamu, sehingga dirimu mampu membiarkan rasaku. Apakah dirimu tidak merasakan bilur kasih sayang yang terus membara nan dibalut rasa. Atau kah yang maha kuasa tidak menganugrahkan rasa dihatimu sehingga rasamu dan rasaku berbeda rasa. Kini dan disini. Rasa itu kian membara, menuju tempat abadi pelabuhan cinta bersamamu.
When that sense comes and I feel then I reveal it to you, you do not feel, even though it is an all-powerful grace that our servant can not resist. The feeling came uninvited and begging. The taste comes regardless of age and family status. When that sense comes and I reveal it to you, you do not feel it, ignore it and even let it fall. Where is your race, so that you are able to let my race. Do not you feel the waves of affection that continue to burn with the taste. Or if the omnipotent does not confer a sense of your heart so that your race and race are different. Now and here. The taste is increasingly burning, toward the eternal harbor of love with you Now and here, that taste is not for you anymore