REFLEKSI 3 Bidadari 2 Malaikat
oleh Khaimi
Pernahkah, kala awal dirimu dipanggil "Dek"dari seorang perempuan.
Engkau merasa dipenuhi kesenangan.
Padahal engkau belum sepenuhnya mengerti arti kasih sayang.
Ingatkah, kala dirimu digurui oleh seorang adik.
Engkau merasa kecil akibat kesalahan yang kau buat.
Padahal engkau belum sepenuhnya mengerti akan kecintaan dan kebaikan.
Dan lupakah kamu, Kala dirimu begitu bahagia akan panggilan "ama" dari seorang bocah.
Padahal dirinya belum tentu mengetahui artinya keluarga.
Itulah diriku, yang duduk termenung disini.
Mengingatmu duhai tiga bidadariku.
Mengenangmu wahai dua malaikat kecilku.
Kusesali, Kala tangan tak begitu kuat untuk menggapaimu.
Kenapa tak ada pelampung yang mampu membungkus tubuhku dan tubuh mungilnya.
Dalam gemuruh tak tentu arah makhluk cair mengerikan itu.
Terpekur, tertunduk wajah lesuku.
Terbayang, tersadar hati kecilku.
Tak akan cinta yang lebih besar dari cinta-NYA.
Kehilangan milik karena Dia menciptakannya.
Namun, Dia gantikan dengan raihan rahmat tak terhingga.
Kini Kudapatkan kembali sebutan "dik" itu.
Kudengarkan kembali panggilan "ama" itu.
Kuraih kembali "adik-adik"ku itu.
Bertubi-tubi, berlipatganda.
Rasa ingin mengekalkannnya selalu.
Tuhan, Engkau bahagiakan aku dalam ketidaksadaranku selaku hamba.
Duhai "aka"ku, kini sungguh "engimu" ini merindukanmu, nasihatmu.
Dan selalu.
Ku ingin manisnya "engi" dan terus melihat mereka dalam diri abangmu ini.
Duhai "anak-anak"ku, perdengarkanlah selalu sebutan "ama" di telinga ini.
Abang-abangku, aka-aka ku, engi-engi ku.
Sunggguh kehadiranmu kini adalah karena Dia.
Sungguh keindahan jalan-Nya tak seperti kusangkakan pada awal kejadian besar itu.
Ya Rabb, dengan kelemahanku.
Dengan singkat dan kecilnya aku dihadapan-MU.
Terimakasih untuk hadirnya bidadari-bidadari itu kini.
Bersyukurnya aku akan rahmat malaikat-malaikat itu.
Hamdalah adalah penutup rasa syukurku atas rahman dan rahimMU.
Seuntai doa dan senandung fatihah untuk Aka ku Elia Naura, Adik-adikku Qurrata 'Aini dan Nurun Nahri.
Sejatinya manusia suci kecilku Muhammad Mulla Shadra dan Khaira Faqiha.
Semua dalam janji ketentuan-Mu.
Kalian telah memberi sejuta arti Rahmat-Nya.
Kalian hadir dalam mendungnya jiwa.
Kalian membuat senyum dalam tatapan kosong ayahanda dan kakandaku.
Beruntungnya aku..memiliki jiwa-jiwa mulia semuanya ini dan kini.
Lingga, 31/12/2013
Ama : Ayah
Engi : Adik
Aka : Kakak
Sebuah senandung jiwaku di tahun 2013 yang kubagikan kepada steemian semua Refleksi 3 Bidadari 2 Malaikat
Please join Community Discord
Join eSteem Discord
Join Steemit Indonesian Community Discord
Join sevenfingers discord #sevenfingers
Join steempress discord #steempress
Join Silentzen Discord