MA'RIFAT DAN JIWA BEBAS
Lambat melangkah meniti senja tak bergerak
Sang jiwa bebas yang merangkak menggapai ma'rifat pemilik dunia
Tak keram di kaki, tak juga terhalang mimpi
Jiwa bebas tenang menari diantara dua waktu mulia
Bersuka ria dengan alam
Pelan waktu bergulir hampir tak pasti beranjak
Seperti enggan meninggalkan sang jiwa bebas yang sedang menikmati keharmonisan bumi
Keengganan seakan menerpa jubah waktu yang ingin lupa berganti
Jiwa bebas tenggelam dalam berasyik masyuk dengan bumi
Sedangkan ma'rifat telah menunggunya dengan rasa gelisah
Pintu hijab telah terbuka sambil berseru terhadap rasa rindu sang jiwa bebas
Pergantian masa telah menjadi saksi
Bahwa segala kemusykilan tak pernah mampu menjadi tameng berduri
Dalam tiap ujaran lembutnya
Ia tak membantah sebuah keterikatan ma'rifat dan jiwa bebas
Pengakuan atas fana dan baqa