SECANGKIR KOPI
Muhammad Darwis
Hitam pekat dan pahit bewarna lebam
Ketika kelam tampak hening
Ketika senyap di bungkam masa
Hanya kopi setia menemani
Rasa dan aroma kopi pun terlintas
Halusinasi pun tak pernah lepas
Nikmat yang tiada terbatas saat bibir menyentuh secangkir kopi
Syahdu panjang malam yang mengadu
Ketika kopi menjadi sahabat sejati
Malam bukan lagi sebuah misteri
Sehingga malam pun kian menampakkan gelapnya
Bintang selalu menemaninya
Imajinasi liar ku semakin menjadi-jadi
Karena secangkir kopi telah tersaji
Matangglumpangdua, 11 Maret 2018.