Suara gerumuh membelah langit;
Kobaran api menyerempet jiwa;
Aliran darah semakin deras.
Tak terasa lelehan air mata di pipi;
Air gunung meluap ke lembah kematian;
Pintu alam baka terbuka.
Buah jantung semakin terluka;
Kepulan bau amis pedih di hati;
Letupan tulang putih membisu.
Keretakan tanah menggelisahkan jiwa;
Kini telapak tangan memanjatkan doa;
Hanya Dia, kita dapat memeluk kedamaian abadi.