Nona akhirnya sekarat..
netranya sayu, bibir yang kusam
suraloka terburai habis disulam
jejal deritanya buram menghitam
adika yang nona tanam,
sudah habis melebam.
Nona akhirnya sekarat..
jiwa nona akhirnya meleleh,
fabrikasinya terpereh-pereh
baskara tak menyinari harinya lagi
nelangsanya bangkit pagi-pagi..
Maaf,
nona terlalu lancang
nona tak pandai berancang-ancang
jeladri nalar nona menggambarkan
sesuatu yang tak nona bayangkan
Ah, sansai
pikiran nona habis terburai
jejal waktu pun disesapnya
habis dilahap deritanya.
Lakon-lakon tiap purnamanya dilahap..
jangankan menjalin asmara,
memikirkannya adalah dosa
nona sudah berhenti berharap..