Tapak masih berembun
Lembam masih merona disudut pori berbetis baja
Guratan tangis masih tampak pilu
Berbalut kuas perona pipi
Serpihan senyum masih kaku
Seakan hidup berteman batu
Mengubur bungkam dengan desah
Kala rindu berubin dendam
Tawa dibungkam
Berbicara sumbang
Seakan meriang dengan erangan
Berteriak buram menerjang bintang
Gemerlap u yang kalap dalam impian