Sejuta aksara telah kurangkai membentuk namamu
Segenggam tinta takkan cukup menuliskan tentang jasamu
Setumpuk buku tak mampu menjelaskan tentang kebaikanmu
Sang pelukis tak bisa menggambarkan bijaksanaanmu
Para ilmuan tak sanggup menemukan teori-teori tentang ketulusanmu
Karena kau begitu berharga, kau luar biasa dalam pandanganku
Tidak ada alasan untukku melupakanmu
Tidak ada asas untukku menenggelamkan namamu
Kau tetap ada, jasamu takkan terlupa
Kau istimewa
Pak,
mungkin benar kata Bang
daun yang jatuh tak mungkin kembali
Bintang yang hitam tak mungkin berpijar lagi
Rembulan ditelan awan sinarnya tertutupi
Tetapi, melalui seuntai kata kupupuk kembali dengan kata maaf dari hati
agar dedaunan yang jatuh tumbuh kembali
Kusulam sayap-sayap patah dengan kata maaf tuk kembali menggenggam bintang
Kuterbang menyusuri malam, menggulung awan-awan agar sinarmu tak hilang
Hijaulah kembali
Berpijar sebagai mana mesti
Terangi bumi dengan ketulusan yang abadi
Panga, 27 Mei 2018
08.13