Entah kenapa, senja selalu menyisipiku dendam-dendam sekarat
pada jalan raya yang menyimpan macet pada gedung yang menabung kemaksiatan pada persimpangan yang memeluk gelandangan pada mal yang menyabdakan konsumtivisme
pada salon yang menciptakan nafsu-nafsu liar pada rumah ibadah yang memelihara sekat SARA
senja hampir saja berujung aku sudah mulai mempunyai rindu yang makin tebal pada lekukan sawah yang membuatku menggeliat pada anak sungai yang menjernihkan mataku
pada senja yang mengantuk yang mengantarkan tidur pada rumah yang menyimpan adat di sana gereja hanya berseloroh keindahan
Tuhan, aku rindu kampungku..
lepaskan aku dari jarak ini!