
source
Â
Lepas dari semua belenggu
Lewati batas diri, punggung jauh belakang
Ingin sekali ku berkisah tentang perbedaan siang dan malam
Kita berbeda
Bijaksana melarang ku mengatakan itu
Karena akan melukaimu
Namun
Aku sayang padamu
Coba menarikmu dari dalam singgasana palsu
Memandang indah ke lubang kelam
Aku takut...
Aku bukan penyebar berita bohong, bahkan tidak ingin terlihat begitu
Yang menolak tawamu
Itu bukan kamu
Tidak ingin kau salah menilai...
Mencoba meraih lewat senyuman
Bangun jembatan agar dekat
Walaupun kita berseberangan, kini
Sabar dalam diam menanti mu terjaga
Untuk mengenal dan kembali
Namun tidak selamanya begini
Jangan biarkan aku terlalu lama
Sampai menarikmu paksa!
Â

source
Â
Another my poetry's posts!
🔤🆓
If you like poetry, please give your support! I will appreciate and Thank you
Poem's Editions
Belajar Dari Burung Hantu Dan Tupai
And Also Pantun Editions
Menghancurkan Berhala ( Pantun 004 )
Nabi Menentang Kemusyrikan Ayahnya ( Pantun 003 )
Nabi Ibrahim Mengenal Tuhannya ( Pantun 002 )
Lahirnya Ibrahim Kecil ( Pantun 001 )
Learning For Better Writing? Kindly to Join on Discord Channel!
| SevenFingers | https://discord.gg/2BPrkf6 |
| ArTeem | https://discord.gg/a4ZN9EP |
| Steempress | https://discord.gg/yyGTDAW |
| eSteem | https://discord.gg/pHztdgW |
| Oracle-D | https://discord.gg/NsCcxS4 |
| SteemCommunity | https://discord.gg/7YsYS3c |
Thanks to my friends who has helped me in writing. Thanks to all the creative communities for your support. Thanks to all of you for stopping by
Â
Thank You
Posted from my blog with SteemPress : https://pupu93.000webhostapp.com/2018/11/poetry-119-tak-selamanya-aku-manis-20181101