Dibawah payung hitam, kita bertemu
mengadu bola mata hitam, dihari yang kelam
sore itu, kita bertatap raga di apel pengebumian teman masa kecilku--juga teman sekolahmu.
Kisah tak beranjak ke peraduan rasa,
bahkan tak mampu mengutarakan rasa--pandangan pertama yang membuatku jatuh cinta.
Karna hari ini,
seminggu selanjutnya.
Dibawah payung hitam, kita bertemu
kau yang bersedih menangis tersedu-sedan, sesali gagal pertemuan kita.
sedang aku, merintih menahan sesak tak mampu menyampai rasa, dan menangis tak sanggup menahan tanah
yang mencumbu diriku.
Dibawah payung hitam,
kau menangis diatas tanah hitam.
aku meringis diruang kelam.