Lelaki Diujung Ajal
Kau lelaki gagah bertingkah
Bicara seakan kau pemilik pribadi kebenaran asasi
Apa maumu haruslah dituruti istri
Bila kau salah kau pikir karena istri lebih dulu salah
Kau lelaki mengaku pejantan sejati
Bila banyak rejeki diperbanyak pula kau punya istri
Bila ada pesona ditebarkanlah jala menjaring gadis pemuja
Kau lelaki menua melapuk merapuh menekuk bungkuk
Tak ada gagah yang abadi
Tak ada jantan yang abadi
Tak ada kuasa yang abadi
Tak ada harta yang abadi
Bila tiba saatnya
Ajal menghampirimu
Duhai lelaki
Hanya bisa menangisi
Menggapai-gapai mencari
Tangan istri yang dulu kau sakiti
Air mata membanjiri pipi
Nafas tersengal hendak terpenggal
Teriakan jeritmu melangit namun tak bersuara
“Istriku....istriku...is..te..r...i..kkkkkk.......!”
-----
Basukine, Gombong 2018
Lingkar Sastra Gombong (Lisong)