Negeri Tanpa Pencuri
Di sebuah negeri tetangga setiap orang adalah pencuri. Anak mencuri uang orangtua, istri mencuri uang suami, suami mencuri-curi simpan istri lagi. Anggota dewan serombongan tertangkap karena korupsi, lurah bupati hingga menteri pun banyak dibui.
Guru mencuri waktu sedangkan murid mencuri uang spp. Pengendara mencuri melanggar peraturan lalulintas, sedangakan petugas mencuri amplop uang denda.
Di tempat ibadah ada pencuri, di rumah sakit, di bis kereta hingga pesawat terbang pun ada pencuri.
Pencuri uang negara tertangkap lalu dibui, di bui itu pula bisa mencuri-curi main mata dengan petugas penjaga hingga bui disulap jadi istana.
Di negeri tetangga semua mengaku beragama, namun lupa kitab suci ketika sedang mencuri.
Di negeri pencuri kebenaran adalah kebohongan yang diyakini, peraturan dibuat untuk dilanggar dan diakali.
Di suatu negeri tak satupun ada pencuri. Rakyat dan pejabat ingat hukum karma sebab akibat sehingga biarpun tak ada orang lain melihat tetap taat menjaga harkat martabat. Di suatu negeri bernama negeri dharmadwipa, tak ada pencurian, barang terjatuh atau tertinggal pasti bisa utuh kembali. Maka ayem tentrem rukun sentosa gemah ripah loh jinawi sandang pangan papan tersedia bagi keadilan seluruh rakyatnya.
Basukine, Gombong 2018
Lingkar Sastra Gombong (Lisong)