Ini sunyi yang kesekian
Kudengar tangis hati ini meluap
Merambahi kornea
Aku menyebutnya hampa
Sepasang sandal usang
Lirih berbisik menapaki waktu
Tentang sepenggal kekosongan
Yang kutulis dalam puisi sendu
Telah jauh kususur sepi
Melarung tangis bagai sungai tanpa tepi
Sebab perih yang tak terperi
Jua kehampaan itu adalah luka hati
This poetry has been published on: Blog KPKers