Semilir angin malam yang menari
Merembas lewat celah jendela
Mengintip tilam dibalik tirai
Seolah sengaja datang menggoda
Mengusik jiwa yang berselimut sepi
Bayang-bayang masa lalu
Perlahan mulai terlintas di mata
Membawa rindu mengharu kalbu
Rasa ego untuk kembali denganmu
Kian membuncah dadaku
Resah gelisah karena rindu
Membelenggu seluruh isi pikiranku
Ingin aku mengutuk takdir
Yang memaksa kita untuk berpisah
Hanya karena alasan perbedaan keyakinan.
Bireuen, 28 Agustus 2013
Terima kasih untuk sahabat steemians yang sudah berkenan mampir dan membaca coretan sederhana saya yang kata-katanya masih berantakan. Sebenarnya ini adalah tulisan lama saya saat masih duduk di bangku SMA, kebetulan saat buka-buka file lama tulisan ini masih ada. Jadi saya bagikan saja disini, siapa tahu ada steemians yang berbaik hati mau mengoreksi dan memberi masukan-masulan untuk perbaikan terhadap coretan tak beraturan saya ini.