Strategi ini akan terganggu. PKS sebagai parpol ter-ambisi sudah duluan memulai start mempersiapkan calon pendamping Mr P. Disisi lain, ada PAN yang juga menuntut balas jasa atau pindah mencari dukungan Jokowi sebagai incumbent. Sebab target minimal 2 menteri tentu lebih layak dari pada pengembira.
Jika HRS naik, ikut menjadi wapres tentu PKS akan menolaknya. Walau dianggap sebagai win2 solution. Belum lagi Demokrat, posisi 'kuda hitam' teraniaya, dengan tawaran AHY menjadi Kursi 1/2. Jika dipasangkan demgan TGB jauh lebih dasyat.
Beberapa kader MCA sebagai buzzer mulai terpecah dengan popularitas TGB. HRS, sebagai ikon 'Islam Keras' dapat tergeser oleh TGB.
Jika skenario yang mana saja muncul, bisa diperkirakan oposisi akan terpecah. Perlu dicatat, kader 212 sebagian hadir karena kekuatan partai. Jadi, 212 untuk kali ini, hanya akan menjadi alat kelemahan bagi oposisi.
Ia akan ditinggalkan apapun skenario yang berlangsung.
RE: Memahami Koalisi 212 Koalisi Yang Nasionalis-Agamis ( Gerindra, PAN, PKS, dan PBB) #02 Politics Indonesia