Salah satu kendala bagi keterlibatan perempuan dalam partai politik adalah kendala kultural. Perempuan lebih memilih organisasi sosial atau organisasi masyarakat karena tidak banyak menyita waktu dibandingkan aktif dalam organisasi politik, kerja politik dominan memakan waktu dan perhatian kepada keluarga menjadi minim. Bagi kebanyakan perempuan hal ini menjadi beban yang amat berat apabila perempuan menjadi figur politik.
Partai Gerindra di Kota Lhokseumawe, Aceh
Nurul Akbari adalah politisi perempuan yang juga sebagai anggota legislatif dari Partai Gerindra Kota Lhokseumawe, Bunda Nurul, adalah nama yang akrab disapa oleh kalangan yang telah mengenal Nurul Akbari. salah seorang aktifis partai
di Lhokseumawe memandang sosok Nurul Akbari selain sukses sebagai kader partai, bunda nurul juga mampu menghadapi problem umum dan kendala dalam keterlibatan perempuan pada Partai Politik. Pada pemilihan umum (Pemilu) tahun 2014 lalu, politisi perempuan partai Gerinda Kota Lhokseumawe berhasil meraih suara terbanyak pada Pemilu di daerah pemilihan kecamatan Banda Sakti. Sehingga pada daerah pemilihan ini, hanya partai Gerindra yang berhasil mengantarkan kader perempuan dalam parlemen.
. Peningkatan peran dan jumlah perempuan dalam arena politik menjadi pijakan awal untuk mencapai tujuan politik yang mulia yaitu mensejahterakan seluruh rakyat, dalam hal ini tentu tanpa memandang jenis kelaminnya.
Partai Gerindra telah berupaya dan inisiatif ini untuk mengadvokasi perempuan dalam partai yang telah lama berusaha meningkatkan kesempatan dalam partisipasi politik perempuan. Hanya saja realitas kehadiran perempuan di parlemen masih sangat rendah sehingga tidak mudah melahirkan kebijakan yang berpihak kepada perempuan.
Sudah sepantasnya perempuan untuk memberikan suara politik nya kepada partai yang berpihak kepada perempuan, salam demokrasi.